Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. OKP mestinya menyuarakan masa depan generasi Papua
  • Minggu, 16 September 2018 — 19:14
  • 833x views

OKP mestinya menyuarakan masa depan generasi Papua

"Misalnya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Jangan nanti mau pemilihan (musda) baru banyak yang bicara berbagai hal," kata Magai via teleponnya, Minggu (16/9/2018).
Ilustrasi empat remaja yang ditangkap Polres Jayapura beberapa waktu lalu lantaran membawa ganja - Jubi. Dok
Arjuna Pademme
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Ketua Komisi I DPR Papua yang membidangi pemerintahan, politik, hukum, HAM dan keamanan, Ruben Magai mengatakan, mestinya Organisasi Kepemudaan (OKP) yang ada di Papua senantiasa mengingatkan generasi Papua akan masa depannya.

 Hal itu dikatakan Magai terkait adanya generasi muda Papua yang terjerat narkotika dan obat terlarang (narkoba).

"Misalnya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Jangan nanti mau pemilihan (musda) baru banyak yang bicara berbagai hal," kata Magai via teleponnya, Minggu (16/9/2018).

Menurutnya, ancaman generasi muda Papua tidak hanya narkoba, juga minuman beralkohol (minol). Keduanya disebut tak terpisahkan. Berbagai faktor diduga sebagai penyebab peredaran narkoba di Papua, salah satunya keberadaan pengangguran dan upaya masyarakat meningkatkan kesejahteraan hidup.

"Ini dijadikan peluang bisnis. Namun mengancam keberlangsungan generasi masa depan, Papua khususnya orang asli Papua," ujarnya.

Kondisi Papua yang terbuka katanya, membuat banyak orang dari luar Papua masuk ke Papua dengan bebas. Ada di antaranya mereka yang diduga datang tanpa tujuan jelas.

Kata Magai, dampak dari itu adalah bertambahnya pengangguran. Untuk itu ia berharap pemerintah kabupaten (kota) menginstruksikan setiap kepala Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT/RW) memperketat pengawasan di lingkungannya.

"Setiap warga yang masuk di lingkungan itu, RT/RW-nya harus tahu. Dia siapa, tinggal di mana, dari mana asalnya apa tujuannya, dan berapa lama dia akan berada di wilayah itu," katanya. 

Kepala Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Papua, AKBP Muhammad Safei kepada Jubi belum lama ini mengatakan, selama 2015-2018, sedikitnya 60-an remaja usia SD hingga SMA diamankan pihaknya, lantaran tersangkut narkoba.

Katanya, sebagian besar di antara mereka direhabilitasi dan beberapa lainnya diproses hukum karena menjadi pengedar narkotika jenis sabu. 

“Tahun lalu di Nimbokrang, Kabupaten Jayapura 22 orang anak SD diamankan. Karena rata-rata anak sekolah, kami tidak proses dan tidak diekspos. Kami melakukan perawatan (rehabilitasi),” kata Safei. (*) 

loading...

Sebelumnya

Polisi petakan jalur amunisi, legislator Papua: Kenapa tak diantisipasi?

Selanjutnya

Bawaslu Papua: KPU Papua harus tegur KPU Kota Jayapura

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe