Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. 97 persen pengguna narkoba di Papua adalah OAP
  • Kamis, 24 November 2016 — 15:58
  • 734x views

97 persen pengguna narkoba di Papua adalah OAP

"Saat ini sudah ada anak SD yang telah mengkonsumsi narkoba jenis ganja. Sangat disayangkan memang generasi penerus bangsa harus terjerumus ke hal-hal negatif," katanya.
Para guru saat melakukan tes urin dalam acara penggiat narkotika di Jayapura - Jubi/Roy Ratumakin
Roy Ratumakin
Editor : Kyoshi Rasiey
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Guna mengantisipasi peredaran Narkotika di tingkat sekolah pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Papua melakukan pengembangan kapasitas bagi penggiat narkoti di lingkungan pendidikan bagi para guru di empat sekolah yaitu SMA YPPK Taruna Darma, SMA YPK Diaspora, SMA Negeri 1 dan SMA Muhamadiyah yang berlangsung di salah satu hotel di Jayapura, Kamis (24/11/2016).

Staf Seksi Pemberdayaan Masyarakat BNN Papua, Nurjana kepada Jubi mengatakan bahwa persoalan Narkoba bukan hanya kepada orang dewasa tetapi saat ini narkoba sudah merambah ke dunia pendidikan mulai tingkatan Sekolah Dasar hingga mahasiswa.

"Saat ini sudah ada anak SD yang telah mengkonsumsi narkoba jenis ganja. Sangat disayangkan memang generasi penerus bangsa harus terjerumus ke hal-hal negatif," katanya.

Nurjana menambahkan hingga kini orang asli Papua yang telah masuk dalam pengguna narkoba sudah mencapai 97 persen.

"Dan yang paling banyak adalah anak-anak usia produktif. Ada beberapa sekolah yang muridnya sudah melakukan proses rehabilitasi rawat jalan dan ada juga yang sudah melakukan proses rehabilitasi rawat inap," katanya.

Dengan maraknya narkoba masuk dunia pendidikan pihaknya berharap peran guru dimasing-masing sekolah lebih jeli melihat tingkah laku murid-muridnya. Apabila ada kecurigaan segela lakukan sweeping terhadap siswa tersebut atau meminta pihak keamanan atau BNN untuk melakukan pemeriksaan di tempat terhadap sisiwa tersebut.

"Anak-anak yang menggunakan narkoba bisa dikenali dari tingkah laku seperti keaktifan dirinya memasuk sekolah. Apakah murid tersebut sering terlambat masuk sekolah, sering tidak mengikuti aturan sekolah yang diberlakukan. Tipe-tipe seperti ini uang patut dicurigai dan harus dilakukan sweeping dan pemeriksaan," ujarnya.

Maria Renyaaan, bagian kesiswaan di SMA YPPK Taruna Darma mengatakan, peran orang tua sangat dibutuhkan dalam mendidik anak. Pihaknya sebagai guru sebenarnya hanya sebagai pendidik namun kenyataannya peran guru sebagai pendidik tidak berjalan dengan baik karena selalu melakukan pengawasan terhadap murid dan pada kenyataannya guru lebih tahu kondisi anak didik ketimbang orang tua mereka masing-masing.

"Kadang kami dapati anak didik laki mengkonsumsi narkoba, setelah kami laporkan ke orang tua murid mereka malam mengembalikan ke sekolah. Ini yang seharusnya dipahami bersama bahwa tanggungjawab guru hanya sebatas di sekolah setelah pulang sekolah adalah tanggungjawab orang tua. Seharusnya ada kerjasama yang baik antara orang tua dan wali murid sehingga hal-hal tersebut bisa dicegah sedini mungkin," katanya.

Ditempat yang sama Ester Heranusa selaku Bimbingan Konseling di SMA YPK Diaspora mengharapkan ada kerjasama pihaknya dengan BNN ketika ada penerimaan murid baru harus dilakukan tes narkoba. 

"Saya pernah mempergoki siswa membeli narkoba dari orang di luar lingkungan sekolah. Kebetulan Sekolah kami dekat dengan laut sehingga barang haram tersebut dengan mudah masuk ke lingkungan sekolah," katanya.

Selain itu menurutnya alat komunikasi seperti handphone adalah menjadi alat komunikasi yang sangat gampang untuk melakukan transaksi.

"Kami sudah ada kebijakan bahwa handphone tidak boleh dibawah oleh siswa di lingkup sekolah. Tetapi apakah semua yang telah kami lakukan ini sudah di dukung oleh para orang tua atau tidak. Kadang kami memberitahukan kepada para orang tua murid namun banyak yang tidak perduli dengan laporan yang kami berikan. Kami juga berharap pihak keamanan bisa melakukan sweeping lebih rutin ke sekolah," ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Bupati Kayame terima Tim Ad Hoc kasus Paniai

Selanjutnya

Jumlah pemilih di Pilkada 2017 Papua 1.605.720 orang

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe