Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Legislator Papua: Yudas Gebze harus mendapat keadilan
  • Selasa, 18 September 2018 — 18:58
  • 1831x views

Legislator Papua: Yudas Gebze harus mendapat keadilan

Ia mengatakan, pihak keluarga menyebut terdapat sejumlah bekas penganiayaan di tubuh korban, yang diduga menyebabkan Yudas Gebze meninggal dunia.
Jenazah Yudas Gebze saat berada di rumah duka - Jubi/Dok.
Arjuna Pademme
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Selasa, 16 Oktober 2018 | 14:40 WP
Features |
Senin, 15 Oktober 2018 | 06:14 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 21:06 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Legislator Papua, Laurenzus Kadepa mengatakan, Yudas Gebze warga Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua yang meninggal dunia beberapa waktu lalu karena diduga dianiaya aparat keamanan, harus mendapat keadilan.

Ia mengatakan, pihak keluarga menyebut terdapat sejumlah bekas penganiayaan di tubuh korban, yang diduga menyebabkan Yudas Gebze meninggal dunia.

"Korban harus mendapat keadilan. Pihak terkait harus melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah benar korban dianiaya sebelum meninggal atau tidak," kata Kadepa kepada Jubi, Selasa (18/9/2018).

Menurut anggota komisi bidang pemerintahan, politik, hukum dan HAM DPR Papua itu, langkah pihak keluarga meminta autopsi terhadap jenazah korban adalah sikap yang tepat. Dengan begitu dapat dipastikan apa penyebab meninggalnya korban dan apakah benar ada penganiayaan terhadap Yudas Gebze atau tidak.

"Komnas HAM, tim Polda Papua dan Majelis Rakyat Papua sudah turun ke Merauke. Saya harap tim ini bisa bekerja secara independen dan terbuka. Semua pihak harus mengawal," ujarnya.

Katanya, jika nanti terbukti korban dianiaya aparat keamanan, maka pelaku harus bertanggung jawab. Dihukum sesuai aturan yang berlaku.

Kepala Kantor Komnas HAM perwakilan Papua, Frits Ramandey membenarkan jika kini pihaknya berada di Merauke. 

"Ya kami sekarang di Merauke. Saya sedang berada di ruang autopsi. Jenazah korban sudah diautopsi," kata Ramandey via pesan singkatnya. 

Sementara pihak kepolisian membantah adanya dugaan penganiayaan dalam kasus meninggalnya Yudas Gebze.

Kapolres Merauke, AKBP Bahara Marpaung mengatakan, korban yang merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus penganiayaan beberapa bulan lalu, melarikan diri saat akan ditangkap dan sempat melakukan perlawanan. Saat dikejar, almarhum Yudas Gebze menginjak pecahan kaca. 

"Setelah ditangkap, ia langsung dibawa ke puskesmas untuk perawatan. Namun tenaga medis menyarankan dibawa ke RSUD Merauke. Setelah menjalani perawatan di rumah sakit ia meninggal dunia," kata AKBP Bahara Marpaung. (*) 

loading...

Sebelumnya

Pileg, pertarungan antara anggota partai

Selanjutnya

Sistem noken, Pemilu khas warga Papua yang masih jadi pro kontra

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4817x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4208x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 3838x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3424x views
Polhukam |— Sabtu, 06 Oktober 2018 WP | 3297x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe