close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Sumatera
  3. Puluhan Balita Tanjungbalai menderita gizi buruk
  • Rabu, 19 September 2018 — 15:30
  • 841x views

Puluhan Balita Tanjungbalai menderita gizi buruk

Mminta kepada Wali Kota Tanjungbalai segera mencopot Kadinkes yang dinilai tidak mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pelayan publik di bidang kesehatan.
Ilustrasi anak kelaparan, pixabay.com
ANTARA
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Tanjungbalai, Jubi - Puluhan bayi di bawah usia lima tahun (Balita) di Kabupaten Tanjungbalai,  Provinsi Sumatera Utara dinilai menderita gizi buruk. Tudingan itu disampaikan oleh anggota dewan wakil rakyat setempat Antoni Darwin Nasution saat mengevaluasi kinerja kepala Dinas Kesehatan.

“Banyak balita warga Tanjungbalai menderita gizi buruk hingga ada yang meregang nyawa. Hal itu membuktikan bahwa Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Burhanuddin Harahap tidak mampu mengemban amanah tugas yang diwenangkan kepadanya,” kata Antoni Darwin Nasution, Rabu (19/9/2018).

Anton juga minta kepada Wali Kota Tanjungbalai segera mencopot Kadinkes yang dinilai tidak mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pelayan publik di bidang kesehatan.

Menurut dia, sebanyak 58 kasus gizi buruk yang terjadi di Tanjungbalai merupakan "raport merah" yang menggambarkan bentuk ketidakmampuan untuk merealisasikan dan mewujudkan masyarakat yang Sehat dan Sejahtera sesuai visi Wali Kota Tanjungbalai.

"Melalui sidang paripurna ini kami tegaskan bahwa saudara Wali Kota tidak perlu mempertahankan kepala dinas kesehatan yang tidak mendukung visi-misi pemerintah daerah. Untuk apa dipertahankan jika tidak punya kemampuan, lebih baik dicopot," kata Anton menegaskan.

Kepala Bagian Humas Setdakot Tanjungbalai Nurmalini Marpaung, membenarkan Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 58 balita di daerah setempat menderita gizi buruk, bahkan lima orang di antaranya telah meninggal dunia.

"Terakhir, pada 13 Agustus 2018, M.Aidil Akbar balita usia tujuh bulan warga Kecamatan Teluk Nibung meninggal karena mengidap gizi buruk," kata Nurmalini. (*)

loading...

Sebelumnya

Perekaman E-KTP di Papua ditargetkan capai 60 persen

Selanjutnya

Sumsel kekurangan ribuan guru SMA dan kejuruan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4922x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4269x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2494x views
Polhukam |— Selasa, 16 Oktober 2018 WP | 2439x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe