close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Sumatera
  3. Sumsel kekurangan ribuan guru SMA dan kejuruan
  • Rabu, 19 September 2018 — 15:59
  • 885x views

Sumsel kekurangan ribuan guru SMA dan kejuruan

Dinas pendidikan berharap BKD memperjuangkan dan mengalokasikan perekrutan untuk mengisi kekurangan guru-guru tersebut.
Ilustrasi pendidik, pixabay.com
ANTARA
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Palembang, Jubi - Provinsi Sumatera Selatan masih kekurangan 2.300 orang guru untuk sekolah menengah atas dan kejuruan. Dinas pendidikan berharap BKD memperjuangkan dan mengalokasikan perekrutan untuk mengisi kekurangan guru-guru tersebut.

“Kami mengusulkan permintaan 2.300 orang guru itu kepada badan kepegawaian daerah (BKD)," kata Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan, Widodo di Palembang, Rabu, (19/9/2018).

Krisis  guru tersebut  tersbar di sekolah baru yang menambah jumlah kelas baru atau pengganti guru pensiun dan mutasi. Sedangkan guru yang dibutuhkan merata, untuk beragam program studi yang sudah lama tidak ada penerimaan.

“Hal yang penting lainnya, adalah pemerataan guru. Kekurangan guru itu rata-rata di sekolah di luar kota provinsi maupun di luar kota kabupaten/kota. "Jadi, kekurangan hampir merata di daerah-daerah,” kata Widodo menjelaskan.

Sementara itu puluhan guru honorer kategori dua (K2) yang tergabung dalam Forum Guru dan Tenaga Honorer K2 Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menuntut keadilan dalam penerimaan calon aparatur sipil negara (CASN). Tuntutan tersebut mereka sampaikan dalam unjuk rasa yang digelar di Alun-alun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu siang.

Dalam unjuk rasa tersebut, massa membawa spanduk yang berisikan penolakan terhadap perekrutan CASN umum di Kabupaten Banyumas sebelum guru dan tenaga honorer dituntaskan.

Selain itu, massa juga meminta Presiden Joko Widodo untuk menetapkan Keputusan Presiden tentang Pengangkatan Guru dan Tenaga Honorer Menjadi ASN.

Seorang anggota Forum Guru dan Tenaga Honorer K2 Kabupaten Banyumas, Supriyanto,  menuntut diangkat menjadi ASN secara otomatis atau tanpa tes.

"Dibukanya tes CASN umum pada tahun ini, ternyata untuk K2 khususnya yang sudah lanjut usia tidak bisa mengikuti karena batasan usia maksimal 35 tahun per 1 Agustus 2018,” kata Supriyanto . (*)

loading...

Sebelumnya

Puluhan Balita Tanjungbalai menderita gizi buruk

Selanjutnya

BKPSDM tunggu jumlah formasi CPNS dari Kemenpan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4954x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4351x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 4130x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2554x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe