close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Inilah komoditas penyumbang inflasi di Kota Jayapura
  • Kamis, 20 September 2018 — 13:33
  • 499x views

Inilah komoditas penyumbang inflasi di Kota Jayapura

Meski bulan Agustus 2018 dua kota Indeks Harga Konsumen mengalami deflasi, namun jelang akhir tahun Bank Indonesia berharap Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Papua dan Kota Jayapura dengan kewaspadaan terhadap penyumbang inflasi atau komoditas Volatile Food seperti ketimun, ikan cakalang, udang basah, daging sapi, beras, daging ayam ras, dan telur ayam.  
High Level Meeting TPID Papua dan Kota Jayapura - Jubi/Sindung
Sindung Sukoco
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Meski bulan Agustus 2018 dua kota Indeks Harga Konsumen mengalami deflasi, namun jelang akhir tahun Bank Indonesia berharap Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Papua dan Kota Jayapura dengan kewaspadaan terhadap penyumbang inflasi atau komoditas Volatile Food seperti ketimun, ikan cakalang, udang basah, daging sapi, beras, daging ayam ras, dan telur ayam.  

“Namun demikian inflasi dapat diredam dengan penurunan harga komoditas ekor kuning, ikan kembung, bawang merah, cabai rawit, bawang putih, mujair, bayam, tomat buah, tomat sayur, dan ikan cakalang,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Papua, Joko Supratikto, dalam High Level Meeting bersama TPID Papua dan Kota Jayapura, di sebuah hotel di Jayapura, Selasa (18/9/2018).

Joko Supratikto mengemukakan resiko inflasi yang ada itu dikarenakan ketidakpastian cuaca, potensi kenaikan tarif tiket pesawat, peningkatan konsumsi menjelang Hari Natal dan Tahun Baru 2019, serta depresiasi nilai tukar Rupiah.

“Proyeksi inflasi September 2018 mendatang, kami prediksikan deflasi 0,37 persen hingga 0,03 persen (mtm),” katanya.

Untuk mengantisipasi tekanan inflasi ke depan, kata Joko, TPID akan terus melaksanakan rapat koordinasi dan pemantauan harga terutama pada komoditas bahan pangan dan mengantisipasi ketidakpastian cuaca yang terjadi di Papua.

Selain itu, akan dilaksanakan pemantauan harga administered prices terutama angkutan udara menjelang perayaan hari besar agama dan momen libur panjang.

TPID juga akan terus melaksanakan program kerja terkait peningkatan ketahanan pangan sesuai dengan roadmap TPID yang telah disusun sebelumnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, berharap adanya koordinasi yang apik dari semua stakeholder untuk menjaga kenaikan harga, khususnya menjaga untuk paling tidak sama dengan batas dari pemerintah yaitu 4 persen inflasi atau 3,5 persen batas pemerintah pusat.  

 “Saya usul, diedarkan harga eceran kepada masyarakat. BI dan pemerintah lakukan intervensi harga telur dan harga ayam. Selain itu, perlu ada pengawasan melekat terhadap distributor kepada pengusaha-pengusaha,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Menjawab keluhan di Pasar Pharaa

Selanjutnya

Ada yang naik karena dolar naik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4954x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4351x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 4130x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2554x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe