Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Saireri
  3. Pergantian Direktur PT. KEL perumit masalah tambang di Nifasi
  • Kamis, 24 November 2016 — 20:17
  • 732x views

Pergantian Direktur PT. KEL perumit masalah tambang di Nifasi

“Saya menilai mereka (PT.KEL) adalah investor nakal yang suka mengadu domba masyarakat. Orang-orang seperti ini selalu saja kerjanya seperti itu. Saya rasa mereka ini tidak punya izin yang jelas, makanya suka seperti itu,” kata Jhon Gobay melalui telepon selulernya, Kamis (24/11/2016).
Tim gabungan saat meninjau lokasi dan mencari titik koordinat batas areal tambang dua perusahaan yang bersengketa di Nifasi, Nabire – Papua - Jubi/Titus
Titus Ruban
titus@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Nabire, Jubi – Sekretaris II Dewan Adat Papua, Jhon Gobay mengatakan penunjukan Henrik Andoi sebagai Direktur Perwakilan Nabire PT.Kristalin Eka Lestari (PT.KEL) adalah proses mengadu domba antar orang Papua oleh investor penambangan di Nabire.

“Saya menilai mereka (PT.KEL) adalah investor nakal yang suka mengadu domba masyarakat. Orang-orang seperti ini selalu saja kerjanya seperti itu. Saya rasa mereka ini tidak punya izin yang jelas, makanya suka seperti itu,” kata Jhon Gobay melalui telepon selulernya, Kamis (24/11/2016).

John melihat kejanggalan proses pengangkatan itu sebab pada 1 November, PT.KEL menunjuk Henrik Andoi (HA) jadi Direktur Perwakilan Nabire, sedangkan pada mediasi kedua di Polres Nabire pada 8 November Junaedi hadir sebagai direktur PT.KEL.

“Ini mana yang benar? Bagi saya HA dipaksa dan diajak oleh Arif (komisaris utama PT.KEL). Saya minta panggil Arif dan proses orang itu,” kata John Gobay.

John meminta pimpinan PT.KEL untuk mempelajari UU pertambangan dengan baik, karena UU pertambangan menjelaskan pemberian izin tidak serta merta menghilangkan kepemilikan hak ulayat. 

“Jangan datang dan memperkeruh keadaan. Cukup sudah dia membentur masyarakat yang ada di Nifasi,” katanya.

Sementara itu Pdt. Otis Money yang dihubungi juga melalui Ponsel Kamis (24/11/2016) mengatakan tambang Nifasi dan permasalahannya sudah melewati proses yang cukup panjang.

“Kami rasa sudah hampir selesai. Tetapi sepertinya akan ada masalah baru. Masalah ini kembali mentah terkait pergantian orang baru dalam kubu PT. KEL. Jika persoalan ini jadi mentah, maka tidak akan ada solusi,” katanya.

 Ia mengatakan mediasi yang sudah dilakukan Polres Nabire cukup menyelesaikan persoalan yang tadinya rumit, bahkan situasi sudah kondufif. Sehingga jika PT.KEL merasa dirugikan sebaiknya membuat pengaduan resmi secara hukum.(*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

ASN Pemkab Nabire diharapkan taati aturan

Selanjutnya

Miris, hanya tersisa 12 dari 33 jenis burung di TBTA Biak

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua