close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Sebanyak 98 KK nelayan Kampung Binyeri Biak Numfor butuh perahu fiber
  • Jumat, 21 September 2018 — 11:49
  • 945x views

Sebanyak 98 KK nelayan Kampung Binyeri Biak Numfor butuh perahu fiber

Para nelayan membutuhkan perahu yang terbuat dari bahan baku fiber, karena selain tahan lama juga dari segi perawatan lebih mudah dari perahu yang terbuat dari bahan kayu.
Ilustrasi nelayan Sapomi, berperahu kayu - Jubi/IST
Dominggus Mampioper
Editor :

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Biak, Jubi - Sebanyak 98 kepala keluarga nelayan di Kampung Binyeri, Distrik Yendidori, Kabupaten Biak Numfor, Papua sangat mendambakan bantuan perahu yang terbuat dari bahan fiber, untuk menangkap ikan.

“Kebutuhan perahu fiber itu untuk menunjang para nelayan di Kampung Binyeri dalam mencari ikan di laut. Aspirasi ini sudah diteruskan kepada Pemkab Biak Numfor melalui Dinas Perikanan,” kata Kepala Kampung Binyeri, Yacob Binwasef, kepada Antara, Kamis (20/9/2018).

Dia mengakui permintaan bantuan perahu fiber itu diharapkan dapat direalisasikan pemerintah daerah melalui dinas terkait di kabupaten Biak Numfor.

Para nelayan membutuhkan perahu yang terbuat dari bahan baku fiber, karena selain tahan lama juga dari segi perawatan lebih mudah dari perahu yang terbuat dari bahan kayu.

Sejauh ini, untuk memenuhi kebutuhan ikan setiap hari, sejauh ini puluhan kepala keluarga warga Kampung Binyeri  harus pergi mencari ikan di perairan Biak Numfor, menggunakan perahu yang terbuat dari kayu.

“Kehadiran perahu fiber sebagai sarana menangkap ikan menjadi keinginan nelayan dalam mewujudkan permintaan pasar terhadap kebutuhan ikan,” kata Binwasef.

Yacob menambahkan sebanyak 70 persen dari 480 jiwa warga kampong Binyeri itu berprofesi nelayan, yang setiap hari beraktifitas di lautan.

Penetapan kampung Binyeri sebagai desa nelayan, menurut Yacob, diharapkan dapat mengangkat kesejahteraan warga setempat.

“Secara ekonomi untuk pendapatan masyarakat di kampung nelayan Binyeri sudah mulai meningkat, ya kondisi ini perlu terus didorong sehingga ke depan peningkatan penghasilan para anggota kelompoknya,”k ata Binwasef.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perikanan Biak Numfor, Harus Saman, membenarkan Pemkab Biak  Numfor telah menetapkan Kampung Binyeri sebagai desa nelayan.

“Setiap hari suplai ikan dari hasil tangkapan nelayan Kampung Binyeri dapat memenuhi kebutuhan warga di pasar ikan kota Biak sekitarnya,” katanya.

Ia menambahkan dalam waktu dekat manajemen Bank Indonesia Perwakilan Papua akan membekali bimbingan teknis untuk puluhan kepala keluarga nelayan di Kampung Binyeri.

Selain itu Kampung Samber yang berdekatan dengan Kampung Binyeri juga telah ditetapkan Disperik dan Dinas Parawisata Kabupaten Biak Numfor akan bekerja sama menyiapkan pengembangan Kampung Samber Distrik Yendidori sebagai kawasan industri minapolitan yang berbasis pada perikanan budidaya terintegrasi.

"Minapolitan merupakan konsepsi pembanguan ekonomi yang berbasis kawasan berdasarkan prinsip-prinsip terintegrasi, efisiensi, berkualitas, dan percepatan pembangunan,” kata Kepala Dinas Perikanan Biak, Effendi Igrisa, di Biak, belum lama ini.

Ia mengatakan kawasan minapolitan perikanan budidaya telah berhasil menjadi embrio munculnya kawasan industri baru perikanan budidaya dan berkembangnya perekonomian di daerah.

Keberhasilan program minapolitan, lanjut Efendy, diharapakn menjadi contoh daerah lain yang memiliki potensi serupa, sehingga memberikan dampak positif bagi kemajuan perekonomian daerah.

Selain itu, kata Effendy, jumlah rumah tangga nelayan di kabupaten Biak Numfor sekitari 6.000 unit.

“Ya tidak mungkin pemerintah dapat berjalan sendiri dalam melakukan pemberdayaan. Perlu keterlibatan pihak lain seperti BUMN atau perbankan melalui pola pemberdayaan berbasis kemitraan, semisal tanggung jawab sosial perusahaan dan sejenisnya,” katanya.

Subsektor perikanan untuk budidaya dan pengelolaan jasa perikanan, yang dilakukan Pokmas perikanan Biak Numfor sangat strategis.

Dari sisi bisnis, lanjut dia, dapat menguntungkan serta banyak melibatkan masyarakat, namun aksesibilitas infrastruktur yang masih sangat terbatas.

“Untuk itu, kami akan terus dorong peran BUMN atau swasta supaya terlibat membangun subsector ini,” katanya.

Lebih lanjut, kata Efendi, berdasarkan data perwakilan Bank Indonesia Papua bekerjasama dengan Dinas Perikanan, Dinas Pariwisata, serta Dinas Koperasi dan UKM Biak Numfor untuk mendorong usaha jasa perikanan pembuatan abon ikan di kampung nelayan Samber dan Binyeri Distrik Yendidori. (*)

loading...

Sebelumnya

GPAI berdayakan mama-mama Papua

Selanjutnya

Lembaga perlindungan hutan global tunda putusan terkait Korindo di Merauke

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4922x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4269x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2494x views
Polhukam |— Selasa, 16 Oktober 2018 WP | 2439x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe