close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Misteri sosok Ahed Tamimi, remaja penampar tentara Israel
  • Sabtu, 22 September 2018 — 11:50
  • 1189x views

Misteri sosok Ahed Tamimi, remaja penampar tentara Israel

Sebagian rakyat Palestina dan dunia Arab kini justru menganggap remaja perempuan dari Desa Nabi Saleh, di Tepi Barat itu sebagai sosok kontroversial karena pernyataannya dan liputan media sejak dia dibebaskan dari bui pada 29 Juli lalu.
Ilustrasi pixabay.com
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jakarta, Jubi -  Satatus remaja Palestina berusia 17 tahun bernama  Ahed Tamimi yang dibebaskan dari penjara Israel karena menampar serdadu Zionis, mulai memudar sebagai sosok perlawanan rakyat Palestina terhadap Israel.

Sebagian rakyat Palestina dan dunia Arab kini justru menganggap remaja perempuan dari Desa Nabi Saleh, di Tepi Barat itu sebagai sosok kontroversial karena pernyataannya dan liputan media sejak dia dibebaskan dari bui pada 29 Juli lalu.

Sebagian lain bahkan menuding Tamimi sebagai agen Israel dan campur tangan dalam urusan dalam negeri dunia Arab. Tudingan itu bukan tanpa alasan, karena komentarnya pekan yang menyebut dirinya berada di pusaran kontroversi terkait konflik di Sahara Barat antara kelompok pemberontak Barisan Polisario dan Kerajaan Maroko.

Laman the Jerusalem Post, Jumat (21/9/2018), menunjukan sebuah foto Tamimi dalam lawatannya ke Prancis pekan lalu, dengan Salaludin Medan, anggota kelompok pemberontak Polisario yang sejak 1975 ingin merdeka dari Maroko.

Foto itu membuat orang Maroko marah. Mereka mengatakan menyesal mendukung Tamimi ketika ditangkap Israel tahun lalu. Foto itu diambil ketika Tamimi menjadi tamu kehormatan sebuah acara festival di Paris.

Kepergian Tamimi ke Prancis juga memicu spekulasi di tengah rakyat Palestina dan orang Arab. Sebagian menyebut dia berangkat ke Prancis dari Bandara Ben Gurion, Israel, sebuah keistimewaan yang tidak mudah didapatkan orang Palestina.

"Ini mencurigakan," kata aktivis Fatah dari Yerusalem Timur mengomentari Tamimi ke Prancis.

Ia mempertanyakan sejak kapan Israel mengizinkan mantan tahanan berangkat ke luar negeri dengan mudah dan cepat.

Banyak pengguna Internet di Maroko mengecam Tamimi di media sosial karena berfoto dengan sosok aktivis Polisario.

"Palestina menipu orang Maroko sejak era Yasser Arafat," kata Abdelilah Touil di laman Facebook. "Meski orang Maroko sudah banyak berkorban buat orang Palestina." Katanya.

Sebagian orang Maroko menyebut Tamimi adalah agen Israel. "Dia adalah agen Israel. Orang Israel tahu betul bagaimana memanfaatkan dia lewat media," kata pengguna bernama Yahya Her.

Pengguna Facebook lainnya, Maruane el-Filali menyebut remaja Palestina itu adalah hasil kolaborasi intelijen Zionis dan media. Namun sebagian orang Palestina dan Maroko masih membela Tamimi dengan mengatakan gadis itu sesungguhnya tidak bersalah dan dia tidak tahu siapa orang yang berfoto dengan dia.

Ayah Tamimi, Bassem dalam pernyataannya mengatakan putrinya tidak bermaksud menyinggung orang Maroko.

"Kami tidak mendukung atau menentang konflik di Sahara. Kita tidak bisa menyenangkan semua orang. Putri saya ada di acara konferensi internasional dan bertemu banyak orang lalu berfoto. Dia tidak menanyakan siapa dan apa jabatan orang yang berfoto dengan dirinya," kata Bassen kepada situs Maroko, Kifache.

Selama di Paris Tamimi diwawancara France 24 dan dia menyebut dirinya sebagai aktivis yang menyuarakan negaranya. Dia menyebut Israel awalnya melarang dia pergi ke luar negeri tapi berkat dukungan Prancis  dia bisa berangkat ke Paris.

Sebagian orang Palestina juga tidak senang dengan besarnya sorotan media terhadap Tamimi sejak dia ditangkap dan dibebaskan. "Ada kesan dia sedang dibuat untuk menjadi pahlawan dan ikon Palestina. Ada ribuan orang Palestina di penjara Israel tapi tak ada yang peduli,” kata jurnalis Palestina di Ramallah.

Perhatian yang besar dari media memicu kecurigaan. Media Barat tampaknya lebih tertarik meliput dia ketimbang orang Palestina. (*)

loading...

Sebelumnya

Tiga bayi dan orang dewasa ditikam di penitipan anak

Selanjutnya

Perompak culik 12 awak kapal Swiss di perairan Nigeria

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4922x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4269x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2494x views
Polhukam |— Selasa, 16 Oktober 2018 WP | 2439x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe