Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Saireri
  3. Minyak kayu putih Farkin, produk andalan petani hutan Biak
  • Sabtu, 22 September 2018 — 15:08
  • 1435x views

Minyak kayu putih Farkin, produk andalan petani hutan Biak

"Kualitas minyak kayu putih Farkin yang dihasilkan dari Biak sangat bersih dan terjaga keasliannya sehingga sudah mulai diminati masyarakat," ungkap Aris Toteles.
Ilustrasi, tanaman kayu putih – Jubi/Agrowindo
ANTARA
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Selasa, 16 Oktober 2018 | 14:40 WP
Features |
Senin, 15 Oktober 2018 | 06:14 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 21:06 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Biak, Jubi - Minyak kayu putih "Farkin" produksi kelompok petani hutan Kofarwis Rimba Jaya Kabupaten Biak Numfor, merambah ke pasar kota Manokwari, Ibu Kota Provinsi Papua Barat.

Ketua Pembina kelompok tani hutan Kofarwis Rimba Jaya, Aris Toteles Ap, dihubungi di Biak, Sabtu (22/9/2018), mengatakan setiap hari permintaan minyak kayu putih produksi petani hutan asal Biak kian meningkat.

"Kualitas minyak kayu putih Farkin yang dihasilkan dari Biak sangat bersih dan terjaga keasliannya sehingga sudah mulai diminati masyarakat," ungkap Aris Toteles.

Ia mengakui pembinaan kelompok tani hutan dilakukan UPTD Kantor Pengelolaan Hutan Lindung Biak telah memberikan hasil secara ekologi dan pendapatan ekonomis masyarakat lokal.

Disinggung harga jual minyak kayu putih Farkin produksi KTH Kofarwis Biak, menurut Aris Toteles, sangat murah hanya Rp 25 ribu/botol ukuran 30 ml.

"Untuk membeli minyak kayu putih produksi kelompok tani hutan Biak sudah dapat diperoleh di berbagai apotik dan toko obat kota Biak," katanya.

Aris Toteles menyebut dalam satu bulan pendapatan kelompok tani hutan dari memproduksi minyak kayu putih mencapai di atas Rp 1,4 jutaan.

"Dengan adanya produksi minyak kayu putih dari petani hutan bisa memberikan keuntungan ekonomi buat keluarga, ya ini bukti keberhasilan pembinaan pengelolaan hutan lindung yang berwawasan lingkungan adat setempat," kata Aris Toteles Ap, yang keseharian menjabat Kepala UPTD KPHL Kabupaten Biak Numfor.

Berdasarkan data permintaan budidaya tanaman minyak kayu putih dilakukan Kantor Pengelolaan Hutan Lindung Biak hingga 2018 kian diminati masyarakat lokal di berbagai wilayah Distrik Biak Utara. (*)

loading...

Sebelumnya

Pelaksanaan Musda belum jelas, KNPI Provinsi Papua dinilai tidak konsisten

Selanjutnya

Wamenlu Jepang kunjungi Biak Numfor

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4817x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4208x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 3842x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3424x views
Polhukam |— Sabtu, 06 Oktober 2018 WP | 3299x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe