Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Infrastruktur
  3. Setelah Presiden resmikan proyek listrik di Papua, listrik sering padam
  • Jumat, 25 November 2016 — 07:35
  • 1475x views

Setelah Presiden resmikan proyek listrik di Papua, listrik sering padam

"Kami akan seriusi aspirasi masyarakat ini. Kami akan desak pimpinan dewan dalambeberapa hari kedepan segera memanggil manajemen PLN untuk menjelaskan penyebab seringnya terjadi pemadaman listrik dan bagaimana solusinya," ucapnya.
Ilustrasi trafo PLN - IST
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Dominggus Mampioper

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Oktober lalu, Presiden Jokowi menyambangi Papua. Di provinsi paling timur Indonesia itu, Presiden Jokowi meresmikan sejumlah saran infrastruktur, termasuk proyek kelistrikan. Sayangnya, paska peresmian itu, listrik di wilayah Jayapura bukannya semakin membaik, justru sering padam. Hal ini pun disoroti Ketua Fraksi Hanura DPR Papua, Yan Permenas Mandenas. Anggota Komisi IV DPR Papua, komisi yang membidangi infrastruktur itu mengatakan, disayangkan masalah kelistrikan di Jayapura khususnya, justru sering padam paska peresmian enam proyek kelistrikan oleh Presiden Jokowi.

"Sangat disayangkan, bulan lalu Presiden Jokowi kunjungan kerja ke Papua dan meresmikan proyek kelistrikan. Jalur transmisi ini sudah terbangun sampai ke Kabupaten Jayapura. Harusnya pasokan listrik bisa lebih baik dari sebelumnya. Bukan malah sebaliknya. Mengalami kemunduran," kata Mandenas, Kamis (24/11/2016).

Menurutnya, akibat sering padamnya listrik di area Jayapura belakang ini, masyarakat resah. Berbagai keluhan disampaikan masyarakat. Hal itupun direspon DPR Papua. Komisi IV akan meminta pimpinan parlemen Papua memanggil manajemen PLN Wilayah Papua dan Papua Barat.

"Kami akan seriusi aspirasi masyarakat ini. Kami akan desak pimpinan dewan dalambeberapa hari kedepan segera memanggil manajemen PLN untuk menjelaskan penyebab seringnya terjadi pemadaman listrik dan bagaimana solusinya," ucapnya.

Katanya, kondisi ini tak bisa dibiarkan. Manajemen PLN Wilayah Papua dan Papua Barat harus segara mencari solusi. Apalagi ini memasuki masa Natal dan Tahun Baru 2017. 

"Harusnya ada langkah antisipasi yang dilakukan pihak PLN. Masalah ini harus segera dicarikan solusi agar tak terus menimbulkan keresahan di masyarakat," katanya. 

Pihak PLN berdalih pemadaman listrik yang terjadi belakangan ini di area Jayapura lantaran terjadi difisit daya sebesar tujuh megawatt. Hal itu disebabkan karena mesin pembangkit di PLTA Oria, di Distrik Unurumguay, Kabupaten Jayapura tidak bisa berfungsi akibat terendam endapan.

General Manajer PLN Wilayah Papua dan Papua Barat Yohanes Sukrislismono mengatakan, butuh waktu satu bulan memperbaiki mesin PLTA berkapasitas berkapasitas 10 megawatt yang rusak itu. 

"Untuk menutupi defisit daya, PLN memaksakan PLTU Holtekamp yang masih dalam status uji coba untuk menghasilkan daya listrik. Sehingga ketika PLTU dinyalakan dalam beberapa jam harus dimatikan untuk diperiksa, defisit ini akan datang lagi jika mesin ini dimatikan sewaktu pemeriksaan," kata Yohanes Sukrislismono belum lama ini. 

Katanya, pihaknya sudah mengundang ahli dari Jawa untuk memperbaiki mesin itu sehingga dapat membantu PLN memulihkan PLTA Oria dengan cepat. (*)  

loading...

Sebelumnya

Gubernur Papua : PLN harus malu dengan presiden Jokowi

Selanjutnya

2017, jalan menuju kawasan KEK dilanjutkan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe