close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Capaian imunisasi MR, Papua kalah dari Papua Barat
  • Sabtu, 22 September 2018 — 23:26
  • 1062x views

Capaian imunisasi MR, Papua kalah dari Papua Barat

“Kita harus banyak belajar dari Papua Barat terkait dengan pencapaian imunisasi MR
Kadinkes Papua, drg. Aloysius Giyai saat memberikan keterangan kepada wartawan – Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
Editor : Jean Bisay

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Kandinkes) Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai bahwa capaian imunisasi di Papua masih kalah dengan adiknya yaitu provinsi Papua Barat.

Dimana dalam pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (campak dan rubella – MR) tersebut Papua Barat telah mencapai 90 persen, sedangkan di Ppaua sendiri baru mencapai 52, 92 persen.

“Kita harus banyak belajar dari Papua Barat terkait dengan pencapaian imunisasi MR. tetapi kita jangan berkecil hati karena capaian kita ini tidak jelek karena secara nasional kita berada di posisi 13 dari 28 provinsi yang ada di Indonesia,” kata Giyai kepada wartawan di kantor Dinas Kesehatan Papua, Jumat (21/9/2018).

Kata Giyai, ada lima faktor penyebab sehingga capaian imunisasi MR tidak berjalan dengan baik dan lancar.  Lima faktor tersebut adalah masalah geografis, kemanan, dukungan dana, masalah kematian pasca imunisasi dan masalah isu vaksin yang dianggap haram.

“Kalau masalah geografis karena hampir semua yang ada di wilayah pegunungan Papua harus ditempuh menggunakan pesawat atau helicopter. Kalau untuk kemanan, itu ada di Kabupaten Puncak Jaya dimana ada empat puskesmas yang letaknya di wilayah konflik yang belum selesai hingga kini. Empat puskesmas tersebut adalah Puskesmas Ilu, Puskesmas Tingginambut, Puskesmas Jigoknime, dan Puskesmas Torere,” ujarnya.

Dikatakan, sebagaimana target nasional, wajib anak usia 9 bulan atau kurang dari 15 tahun diberikan imunisasi MR, apalagi di Papua.

“Kenapa Papua lebih ditekankan? Karena di Papua kondisi derajat kesehatan sangat rendah. Rendah karena apa? Papua sangat lemah dari kesehatan lingkungan (sanitasi), Papua masih rendah terhadap Perilaku Hidup Bersih (PHB), untuk itu Papua rentan soal penyakit,” kata Giyai.

Disinggung soal masalah kematian pascaimunisasi, Giyai mengatakan hal tersebut merupakan pemicu sehingga banyak masyarakat di beberapa kabupaten enggan memberikan anaknya untuk diberi imunisasi MR.

“Kasus di Jayawijaya ini yang sedikit membuat kami bekerja keras. Tetapi saya pastikan bahwa yang meninggal itu bukan karena vaksinnya tetapi anak tersebut meninggal karena ada penyakit yang dideritanya sebelum diberikan vaksi,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Imunisasi Measles Rubella (campak dan rubella – MR) kerap dijadikan tuduhan. Hampir di seluruh Indonesia, sejumlah anak yang meninggal dunia, selalu dikaitkan sebagai akibat dari vaksinasi yang diterima sebelumnya.

Tak hanya di Palembang dan Pontianak, di Papua, AL (9) seorang siswi yang duduk di kelas IV SD Inpres Umpakalo, Distrik Kurulu, Kabupaten Jayawijaya meninggal dunia, yang diindikasikan setelah menerima imunisasi Campak (Measles) dan Rubella (MR) di sekolahnya pada Selasa (14/8/2018).

Agustinus Okama Kosay, keluarga korban mengakui pemberitahuan ke pihak sekolah dilakukan mendadak pada Senin (13/8/2018) malam. Bahkan menurutnya, pihak sekolah pun sempat menolak adanya imunisasi karena dianggap mendadak, namun imunisasi tetap dilakukan.

“Undangan atau pemberitahuan ke sekolah disampaikan mendadak, sehingga bagaimana pemberitahuan itu bisa tersampaikan ke seluruh orang tua, sekolah sempat ingin membatalkan, karena setiap anak harus didampingi orang tua sebelum imunisasi,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Balai Arkeologi Papua gelar lomba menggambar peta NKRI

Selanjutnya

Dinkes Papua minta perpanjangan waktu pelaksanaan Imunisasi MR

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4954x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4351x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 4130x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2554x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe