close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jawa
  3. Peraturan rujukan berobat dinilai sulitkan warga Jatim
  • Minggu, 23 September 2018 — 13:56
  • 970x views

Peraturan rujukan berobat dinilai sulitkan warga Jatim

Berdasarkan Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Tahun 2018, rujukan berobat harus melalui rumah sakit tipe D sebelum ke tipe C, B dan A.
Ilustrasi layanan medis, pixabay.com
ANTARA
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Surabaya, Jubi - Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Jatim menilai peraturan baru yang diterapkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) Kesehatan mengenai rujukan berobat harus melalui rumah sakit tipe D sebelum ke tipe C, B dan A mempersulit warga. Peraturan baru  itu akan menambah sulit masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatannya.

"Saya menduga akan banyak antrean di berbagai tempat pelayanan kesehatan," kata Ketua Persi Jatim Dodo Anondo, di Surabaya, Minggu,  (23/9/2018)

Berdasarkan Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Tahun 2018, rujukan berobat harus melalui rumah sakit tipe D sebelum ke tipe C, B dan A. Padahal sebelumnya masyarakat bisa memilih rumah sakit rujukan yang dekat dengan tempat tinggalnya.

"Dengan adanya mekanisme baru ini membuat pasien harus menempuh rujukan yang panjang. ini seperti model layanan kesehatan model shopping," kata Dodo Anondo menambahkan.

Ia mencontohkan ada pasien yang tinggal di sekitar Jalan Klampis Surabaya, jika menganut mekanisme baru, pasien itu tidak bisa dirujuk ke RS Haji yang dekat dengan rumahnya seperti sebelumnya karena bukan rumah sakit tipe D

Kalaupun nanti dirujuk ke RS Haji oleh rumah sakit yang tipenya lebih rendah, maka pasien kembali menjalani pemeriksaan medis mulai dari awal karena rumah sakit rujukan ini tidak mempunyai rekam medis pasien.

Mekanisme baru ini tidak hanya berdampak kepada pasien peserta BPJS Kesehatan, melainkan juga terhadap rumah sakit. "Pasien di rumah sakit tipe D dan C akan membludak. Sedangkan di tipe B ini akan kekurangan pasien," katanya.

Hal ini akan berpengaruh pada operasional, obat akan banyak yang tidak terpakai. Parahnya lagi pihak distributor obat akan mengunci pasokan obat. Kondisi  itu juga akan mengancam keberlangsungan operasional rumah sakit.

Menurut Dodo, rumah sakit milik pemerintah tidak akan terlalu berdampak, namun di Jatim kebanyakan rumah sakit tipe B milik swasta.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rahmanita, meminta Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan meninjau ulang mekanisme pelayanan kesehatan berupa rujuk berobat karena dinilai membebani masyarakat dan rumah sakit.

"Peraturan baru ini berimbas kepada pelayanan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit, termasuk di Kota Surabaya," kata Febria .

Menurut dia, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sudah mengirimkan surat kepada Kementerian Kesehatan dan Direktur Utama BPJS agar meninjau ulang mekanisme pelayanan rujuk berobat.  Apa lagi jumlah rumah sakit tipe D di Kota Surabaya hanya sebanyak sembilan rumah sakit, tipe C sebanyak 10, tipe B 11 rumah sakit dan tipe A ada dua rumah sakit.

“Yakni Rumah sakit Dr. Soetomo dan RSAL,” kata Fabria menjelaskan.

Ia menjelaskan setiap hari jumlah pasien yang berobat di puskesmas sekitar 100 hingga 400 pasien. Jika dirata-rata tiap hari, ada 200 pasien yang berobat di 63 puskesmas yang ada di Kota Pahlawan ini. (*)

loading...

Sebelumnya

Ini langkah Dinkes Papua mendongkrak capaian Imunisasi MR

Selanjutnya

Ratusan pengusaha wanita ikut pelatihan digital marketing

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4949x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4333x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 4079x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2536x views
Polhukam |— Selasa, 16 Oktober 2018 WP | 2482x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe