close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Imunisasi MRP di Korowai dikerjakan “keroyokan”
  • Senin, 24 September 2018 — 12:10
  • 420x views

Imunisasi MRP di Korowai dikerjakan “keroyokan”

“Kami sudah membentuk tim sejak awal pencanangan pemberian imunisasi MR. Tetapi di Papua ini kan bukan hanya imunisasi MR tetapi kita tambah vaksinya dengan vaksin Polio. Jadi di Papua kita namakan imunisasi Measles, Rubella, dan Polio (MRP),” kata Giyai kepada Jubi, belum lama ini di Jayapura.
Petugas kesehatan saat memberikan vaksin Polio pada PIN Polio 2016 di kabupaten Puncak, Papua - Jubi/Jean Bisay.
Roy Ratumakin
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Kepala Dinas Kesehatan (Kandinkes) Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai mengatakan, pelaksanaan imunisasi Measles Rubella dan Polio (campak, rubella, dan Polio – MRP) di wilayah suku Korowai telah “dikeroyok” atau dikerjakan bersama-sama oleh Dinas Kesehatan Provinsi Papua.

“Kami sudah membentuk tim sejak awal pencanangan pemberian imunisasi MR. Tetapi di Papua ini kan bukan hanya imunisasi MR tetapi kita tambah vaksinya dengan vaksin Polio. Jadi di Papua kita namakan imunisasi Measles, Rubella, dan Polio (MRP),” kata Giyai kepada Jubi, belum lama ini di Jayapura.

Selain itu, pihaknya juga menggandeng empat kabupaten yang berbatasan langsung dengan wilayah yang didiami oleh suku Korowai. Empat kabupaten tersebut diantaranya Kabupaten Asmat, Boven Digoel, Yahukimo, dan Pengunungan Bintang.

“Urusan Korowai ini memang menjadi perhatian kita bersama, untuk itu saya berharap para kepala daerah yang wilayahnya berbatasan langsung dengan saudara kita di Korowai untuk mari kita sama-sama melihat Korowai sebagai tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Dikatakan, hingga kini tim Dinkes sudah berada di wilayah Suku Korowai dan telah melakukan imunisasi terhadap anak-anak di sana namun menurut Giyai belum ada laporan secara detail berapa jumlah anak yang telah diiumunisasi dan yang belum.

“Capaiannya belum diketahui karena akses di sana juga susah. Saya berharap akhir September ini sudah ada laporan. Sehingga kedepannya langkah apa lagi yang harus dilakukan,” katanya.

Giyai menambahkan bahwa pihaknya sudah melayangkan surat ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memperpanjang batas pelaksanaan imunisasi di Papua.

“Bukan hanya di Papua saja yang meminta perpanjangan waktu. Saya dengar ada sekitar 15 provinsi juga mengajukan hal yang sama,” ujarnya.

Sebelumnya pejabat Gubernur Papua, Soedarmo kepada Jubi beberapa waktu lalu mengatakan, Pemerintah Provinsi Papua telah memfokuskan Korowai sebagai daerah utama pelaksanaan imunisasi MRP.

“Kita tidak melupakan daerah lain tetapi persoalan kesehatan, saya rasa Korowai harus diutamakan,” katanya singkat. (*)

loading...

Sebelumnya

Papua, kasus malaria tertinggi di Indonesia

Selanjutnya

Dinkes mulai “pagari” Papua dari penyakit polio

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4922x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4269x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2494x views
Polhukam |— Selasa, 16 Oktober 2018 WP | 2439x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe