Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Proyek drainase, gedung pengujian kendaraan Dishub Merauke dibongkar
  • Senin, 24 September 2018 — 19:20
  • 734x views

Proyek drainase, gedung pengujian kendaraan Dishub Merauke dibongkar

Dikatakan, penggusuran tetap akan dilakukan, namun harus ada penghapusan aset terlebih dahulu melalui persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke. “Saya telah melakukan koordinasi bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat untuk jadwal pengusuran. Hanya masih dihitung berapa besar kerugian,” katanya.
Kadis Perhubungan Merauke, Jakobus Duwiri, sedang berikan keterangan pers – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Selasa, 16 Oktober 2018 | 14:40 WP
Features |
Senin, 15 Oktober 2018 | 06:14 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 21:06 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Merauke, Jubi – Proyek pengerjaan drainase sepanjang 6 kilometer dalam wilayah kota Merauke oleh Balai Sungai dan Rawa Papua, yang sedang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir, dipastikan akan menggusur juga lahan penduduk di sekitar bantaran.

Tidak ketinggalan juga gedung pengujian kendaraan maupun tempat parkir Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Merauke, akan ikut digusur, dalam waktu dekat.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Merauke, Jakobus Duwiri, kepada wartawan, Senin (24/9/2018).

Dikatakan, penggusuran tetap akan dilakukan, namun harus ada penghapusan aset terlebih dahulu melalui persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke.

“Saya telah melakukan koordinasi bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat untuk jadwal pengusuran. Hanya masih dihitung berapa besar kerugian,” katanya.

Dikatakan, jarak antara bantaran drainase dengan gedung pengujian kendaraan maupun garasi sekitar enam meter sehingga tetap dilakukan penggusuran.

Menyangkut waktunya, Duwiri mengaku setelah adanya persetujuan dewan untuk penghapusan aset terlebih dahulu. Aturannya seperti demikian.

“Nantinya bangunan gedung yang dibongkar, akan dipindahkan ke Kelapa Lima. Kita ada lahan di sana untuk dilakukan pembangunan kembali,” ungkapnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Merauke, Beny Latumahina, mengatakan secara umum masyarakat di sekitar bantaran tak keberatan dilakukan penggusuran. Hanya saja, belum ada sosialisasi secara baik dari instansi terkait.

“Begitu kami melakukan hearing bersama perwakilan masyarakat dari Kelurahan Mandala, mereka mendukung penggusuran, namun harus dikomunkasikan dengan baik kompensasinya,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Kepala Dishub Merauke: Ganti rugi tanah Bandara Mopah urusan pemerintah pusat

Selanjutnya

Parpol di Merauke ikut pawai damai

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4817x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4208x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 3838x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3424x views
Polhukam |— Sabtu, 06 Oktober 2018 WP | 3297x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe