close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. DPRD Pegunungan Bintang tolak nota dinas pergantian sekwan 
  • Rabu, 26 September 2018 — 10:33
  • 735x views

DPRD Pegunungan Bintang tolak nota dinas pergantian sekwan 

Dikatakan, jabatan sekwan yang diusulkan melalui nota dinas atas nama saudara Kundrat Itlay seharusnya juga melalui persetujuan seluruh anggota DPRD. Tetapi hal tersebut tidak dilakukan. Apalagi dari sisi kepangkatan dan golongan, yang bersangkutan belum memenuhi syarat.
Ketua dan anggota DPR Kabupaten Pegunungan Bintang menggelar saat jumpa pers di Sentani - Jubi/Engel Wally 
Engelbert Wally
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sentani, Jubi - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pegunungan Bintang, Petrus Tekege, mengatakan pihaknya menolak tegas nota dinas yang dikeluarkan pihak eksekutif terkait pergantian Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD setempat, yang saat ini dijabat Yenni Lintin.

Menurutnya, proses pergantian sekwan sama sekali tidak melalui prosedur resmi dan bukan atas persetujuan seluruh pimpinan dan anggota DPRD Pegunungan Bintang. 

"Kami baru tahu proses pergantian sekwan melalui media sosial. Ini tidak sesuai prosedur yang berlaku," kata Tekege, saat jumpa pers yang digelar di Sentani, Rabu (26/9/2018).

Dikatakan, jabatan sekwan yang diusulkan melalui nota dinas atas nama saudara Kundrat Itlay seharusnya juga melalui persetujuan seluruh anggota DPRD. Tetapi hal tersebut tidak dilakukan. Apalagi dari sisi kepangkatan dan golongan, yang bersangkutan belum memenuhi syarat.

"Kami minta nota dinas tersebut di batalkan dan pejabat lama tetap bekerja seperti biasa. Kami juga akan mengirim surat secara resmi kepada pihak eksekutif berkaitan dengan penolakan terhadap nota dinas tersebut," ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang, Terianus Keduman, mengatakan pihaknya sebagai pemilik kursi mayoritas di DPRD Pegunungan Bintang, sependapat dengan apa yang disampaikan ketua, serta dengan tegas minta agar nota dinas pergantian sekwan dibatalkan.

"Pergantian semena-mena oleh pihak eksekutif jelas melanggar aturan dan tanpa ada koordinasi dengan kami di DPR. Yang disayangkan, pergantian ini tanpa ada alasan yang jelas dan tiba-tiba sudah ada penjabat sekwan yang baru. Sepertinya ada unsur kepentingan tertentu di sana," katanya. 

Hal senada juga disampaikan Ketua Fraksi Gabungan, Nober Wisal. Dikatakannya, pergantian sekwan berdasarkan nota dinas tertanggal 20 September 2018 adalah keputusan yang semena-mena oleh Bupati Pegunungan Bintang, Costan Oktemka.

"Aktivitas pemerintahan di Pegunungan Bintang saat ini lumpuh total. Itu sudah terjadi sejak bulan April lalu. Pejabat pemerintahannya tidak ada di tempat. Tetapi yang lucu, kok bisa mengeluarkan keputusan yang fatal seperti ini. Kami menolak dengan tegas sekwan yang baru atas nama saudara Kundrat Itlay," tegasnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Buntut mosi tidak percaya warga, aktivitas pemerintahan di Pegunungan Bintang lumpuh 

Selanjutnya

Ungkap kasus Kusta dan Frambusia dengan sistem ketuk pintu

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4949x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4333x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 4078x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2536x views
Polhukam |— Selasa, 16 Oktober 2018 WP | 2482x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe