close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. KNPB tuding konflik di pegunungan Papua untuk legitimasi klaim Indonesia di PBB 
  • Kamis, 11 Oktober 2018 — 03:38
  • 2657x views

KNPB tuding konflik di pegunungan Papua untuk legitimasi klaim Indonesia di PBB 

Lanjut Kossay, Indonesia mendorong skenario ini demi membenarkan klaimnya di sesi ke 73 sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada akhir September lalu.
Agust Kossay saat memimpin demontrasi di Abepura, Kota Jayapura tahun 2016 - (Jubi/Mawel)
Benny Mawel
Editor : Kyoshi Rasiey

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menuding Jakarta berada di balik konflik antar warga di sejumlah kabupaten di pegunungan Papua belakangan ini.  

“Kami duga ini skenario yang diciptakan oleh Jakarta,” tegas Agus Kossay, Ketua I KNPB Pusat kepada Jubi di Abepura, Kota Jayapura, Papua, Rabu (9/10/2018)

Kata dia, skenario itu tampak dalam rentetan kekerasan yang terjadi. Setelah konflik antar warga Liwarek dan Yalengga kabupaten Jayawijaya 2 Oktober 2018, tidak lama kemudian terjadi konflik antar warga di Oksibil, ibu Kota Kabupaten Pegunungan Bintang.  Selang beberapa hari saja, konflik antar warga meletus lagi di Yahukimo dan Tolikara. Beberapa orang meninggal dan terluka dalam rentetan konflik ini. Rumah-Rumah warga dibakar dalam konflik.

Lanjut Kossay, Indonesia mendorong skenario ini demi membenarkan klaimnya di sesi ke 73 sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada akhir September lalu.

"Indonesia klaim tidak ada perang negara, yang ada perang suku," tegasnya.

Kata dia, rakyat Papua yang tidak ikuti logika politik ini, telah terjebak dalam setingan. Rakyat turut bekerja membenarkan klaim Indonesia.

Karena itu, dia mengajak rakyat Papua tidak terjebak dalam settingan kepentingan. Rakyat tidak meminta izin ke  pihak aparat keamanan untuk perang.

"Rakyat minta waktu perang, aparat kasih ini aneh. Ini situasi aneh tetapi rakyat harus mengerti karena ini setingan dan mereka dapat anggaran pengamanan, " tegasnya.

Kata dia, daripada terjebak, rakyat sebaiknya meninggalkan semua itu, fokus untuk membangun Papua. Papua yang bebas dari penjajahan dan pembunuhan atas nama perang suku.

"Mari kita konsentrasi menentukan nasib sendiri," ujarnya.

Ketua Dewan adat Papua, Dominikus Surabut, memberikan komentar senada. Konflik antar warga yang terjadi, namun disebut perang suku.

"Saya cek-cek ada kepentingan politik. Tidak ada yang murni," ungkapnya.

Karena itu, ia berharap masyarakat tidak terpancing

"Bangun damai di Papua. Jangan lumuri Papua dengan darah," tegasnya. (*)

loading...

Sebelumnya

DAP ajak masyarakat Papua selesaikan konflik tanpa bayar kepala

Selanjutnya

PAHAM : Disnaker harus berani mediasi PT.FI dan korban PHK sepihak

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4955x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4353x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 4132x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2555x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe