close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Lomba kreativitas 4 tahun ISBI Tanah Papua
  • Minggu, 14 Oktober 2018 — 12:25
  • 584x views

Lomba kreativitas 4 tahun ISBI Tanah Papua

“Kalau kita melepaskan kepada orang lain, kemudian mereka yang berusaha mengangkat seni budaya kita terutama seni rupa murni, roh dengan sendirinya tidak ada dibanding anak Papua sendiri.”
Mahasiswa jurusan seni rupa murni sedang mengikuti lomba melukis di kampus ISBI Tanah Papua, Selasa, 9 Oktober 2018 - Jubi/Agus Pabika
Agus Pabika
Editor : Syofiardi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

INSTITUT Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua mengelar sejumlah lomba kreativitas untuk mahasiswa dalam rangka Dies Natalis ke-4 pada 12 Oktober 2018.

Dosen Jurusan Seni Tari ISBI Tanah Papua, Ida Bagus Gede Surya Peradanta, kepada Jubi mengatakan ISBI mengadakan beberapa lomba yang bersifat internal dengan peserta seluruh mahasiswa.

Lomba tersebut adalah lomba seni tari dan musik yang diadakan Jurusan Seni Tari, lomba fotografi yang diadakan Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), lomba mengukir di atas kayu yang diadakan Jurusan Kriya, serta lomba lukis yang diadakan Jurusan Seni Rupa Murni.

Lomba tari, kata Surya, diselenggarakan untuk memancing kreaktivitas mahasiswa, khususnya pada Jurusan Tari untuk berkarya dan terampil.

“Meskipun kegiatannya bersifat internal, tapi sangat penting dalam pengembangan kreaktivitas anak-anak tari di Papua, sama halnya juga dengan musik, mereka harus diberi ajang untuk tampil, harus diberikan ruang, karena itu diadakanlah kegiatan seperti ini,” ujarnya di Kampus ISBI, Expo, Abepura, Selasa, 9 Oktober 2018.

Lomba diadakan di semua jurusan di ISBI Tanah Papua agar semua mahasiswa terlibat aktif. Bahkan rencananya tahun depan akan diadakan dalam skala yang lebih besar.

Selain mengadakan lomba kreativitas, ISBI juga menyelenggarakan seminar bertema “Seni dan Pariwisata di Era Revolusi Industri 4.0” pada 11 Oktober. Seminar tersebut membahas bagaimana memancing kreativitas dengan cara yang tidak biasa di tanah Papua, berkaitan dengan seni dan pariwisata.

"Dibahas bagaimana membuka mindset (polapikir), membuka kemungkinan-kemungkinan peluang baru untuk dimanfaatkan serta kolaborasi seni pariwisata di Papua sehingga saling mendukung satu sama lain demi kemajuan pariwisata dan seni di Papua," katanya.

Pembicara pada seminar tersebut didatangkan dari Institut Seni Indonesia Denpasar yang membidangi seni dan dari Politeknik Negeri Bali yang membidangi pariwisata. Pembicara dari Papua adalah Rektor dan Wakil Rektor II ISBI Tanah Papua.

Peserta seminar selain mahasiswa dan dosen ISBI, juga undangan dari instansi pemerintah terkait dengan seni dan pariwisata, seperti Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan.

Puncak peringatan Dies Natalis ke-4 ISBI diadakan pada Jumat 12 Oktober 2018.

Terkait lomba, Surya mengatakan saat ini lomba diadakan tingkat kampus ISBI agar memancing kreativitas mahasiswa.

“Mendorong minat serta memberi ruang kepada mereka untuk tampil, dengan demikian dari minat mahasiswa tersebut timbul kreaktivitas dan mereka akan mampu mendapatkan dorongan untuk selalu berkarya, tidak hanya mengandalkan iven di kampus," katanya.

Ia berharap mahasiswa ISBI mampu menemukan jati diri spesialisasi mereka dalam berkarya. Khususnya bagaimana mahasiswa mampu mengenali seni-seni tradisional yang mereka miliki, akar budaya yang berasal dari masing-masing individu, terutama dari daerah masing-masing (kampung).

“Karena di situ mereka akan mempunyai satu identitas yang akan diperkuat dalam diri mereka masing-masing sehingga mereka bisa mempunyai identitas kesenimanan ketika mereka sudah lulus dari ISBI,” ujarnya.

Harapan ke depan, katanya, tentu ISBI Tanah Papua dapat menjadi wadah dan pusat dalam bidang pelestarian dan pengembangan seni-seni tradisi Papua. Tidak tertutup kemungkinan pada seni yang lebih modern.

“Pada lomba-lomba ke depan semoga ISBI mampu menarik minat dan bakat masyarakat di Papua untuk bisa berparisipasi dalam iven-iven yang diadakan nanti sekaligus langkah untuk memperkenalkan kampus ISBI kepada masyarakat Papua di Tanah Papua,” katanya.

Dosen Jurusan Seni Rupa Murni, Hendrik Karel Baransano, mengatakan dari Program Studi Seni Rupa Murni, enam mahasiswa mengikuti lomba melukis yang diberi tema umum “Negeri di Ufuk Timur” yang bagikan dengan peserta lomba dari semester 7, 5, 3, dan 1.

"Kelihatan antusias dari mahasiswa dan hasil yang telah dicapai luar biasa, walaupun ada yang baru semester satu tapi karya-karya mereka sangat memukau karena tidak mengunakan referensi atau obyek, tapi bagaimana tema itu dikembangkan dengan kemampuan mereka dan hasilnya sangat memuaskan dan itu juga satu kebanggaan bagi kami sebagai prodi juga," ujarnya.

Melalui tema tersebut, Hendrik berharap mahasiswa bisa mengekspresikan perasaannya tentang apa itu “Negeri di Ufuk Timur”.

“Kelihatan tadi mereka melukis Tanah Papua dengan kondisi selama ini yang mungkin kita rasakan atau si pelukis rasakan tertuang dalam lukisan dengan warna darah dan lainnya, dari hasil lukisan mereka mampu membaca tema dan situasi di Papua selama ini," katanya.

Menurut dosen yang juga orang asli Papua tersebut, sangat disayangkan jika orang Papua sebagai pemilik negeri tidak menguasai bidang seni rupa Papua, padahal Papua memiliki banyak bentuk-bentuk seni rupa.

“Kembali ke pribadi bahwa kita sadar sebagai pemilik negeri, kita tidak bisa melepaskan kepada orang lain untuk mengangkat seni itu, karena kalau kita melepaskan kepada orang lain, kemudian mereka yang berusaha mengangkat seni budaya kita terutama seni rupa murni, roh dengan sendirinya tidak ada dibanding anak Papua sendiri yang mengangkat, itu rohnya akan hidup dan kuat, dengan sendirinya tampil," ujarnya.

Ia berharap ke depan ISBI Tanah Papua menjadi media untuk anak-anak Papua bisa kembali mencari dan mengali bentuk-bentuk yang sudah hilang dan itu tanggung jawab anak muda masing-masing suku.(*)

loading...

Sebelumnya

Faimbari House, rumah baca di Argapura Laut

Selanjutnya

Lulusan SMK diharapkan jadi penyuluh pertanian

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4954x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4351x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 4130x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2554x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe