close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Lulusan SMK diharapkan jadi penyuluh pertanian
  • Minggu, 14 Oktober 2018 — 12:31
  • 787x views

Lulusan SMK diharapkan jadi penyuluh pertanian

"Luas Kota Jayapura secara keseluruhan adalah 940 kilometer persegi. Dari luas wilayah sebesar ini, lahan pertaniannya seluas sepuluh ribu hektare. Lima ratus lima puluh ribu hektare di antaranya untuk tanaman padi, 350 ribu lahan jagung, dan sisanya tanaman kacang-kacangan, pisang dan umbi-umbian."
Aktivitas petani di Distrik Muara Tami - Jubi/Dok. Kel. Koya Barat
Hengky Yeimo
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

PARA lulusan Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK di Kota Jayapura diharapkan dapat menjadi tenaga penyuluh pertanian. 

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kota Jayapura, Jean Hendrik Rollo, kota ini kekurangan tenaga penyuluh bidang pertanian. 

Namun, beliau tak menyebutkan jumlah tenaga yang ada pada SKPD yang dipimpinnya. Sumber Jubi menyebutkan secara umum Provinsi Papua memiliki sekitar 1.700 tenaga penyuluh pertanian. Sebanyak 700 orang di antaranya berstatus Aparat Sipil Negara (ASN). Sisanya tenaga kontrak. 

Jumlah tenaga yang minim dinilai belum ideal untuk mengembangkan pertanian. Satu penyuluh bahkan dapat merangkap penyuluhan di beberapa kampung. Sedianya satu penyuluh untuk satu kampung.

Tenaga penyuluh ini juga sedianya dapat membagikan ilmu-ilmunya demi mengembangkan komoditas transnasional seperti, jagung, kedelai, dan padi, serta komoditas lokal seperti sagu  

"Kami hanya berharap mereka yang lulusan dari sekolah-sekolah pertanian, sebab minim sarjana pertanian di Papua," ujar Rollo di Kota Jayapura, Kamis, 11 Oktober 2018.

"Dengan dibantu dari lulusan SMK nantinya ada banyak orang yang memahami tentang pertanian dan menyesuaikan diri dari cara pertanian tradisional ke pertanain modern,” lanjutnya.

Jangkauan lahan pertanian di kota dengan lima distrik ini memang sangat luas. Namun, jumlah penduduk semakin bertambah sehingga kehadiran tenaga penyuluh pertanian disebutnya sangat diharapkan. 

Dari lima distrik yang ada, Muara Tami merupakan distrik dengan potensi pertaniannya. 

Dari luas kota seluas kota secara keseluruhan seluas 940 kilometer persegi, lahan pertaniannya sepuluh ribu hektare. 

Lima ratus lima puluh ribu hektare di antaranya adalah areal tanaman padi, 350 ribu lahan jagung, serta sisanya untuk tanaman kacang-kacangan, pisang, dan umbi-umbian.

"Untuk perkebunan seperti komoditas kakao, kelapa, sagu, pinang. Sisanya sayuran dengan luas lahan seperempat (dari keseluruhan luas lahan), " kata Jean.

Perkembangan teknologi kian pesat. Tata cara tanam bagi petani juga tersedia di internet. Mereka dapat mengetahui informasi dan perkembangan terbaru di sana. 

Namun, Rollo beranggapan bahwa petani tetap membutuhkan tenaga penyuluh. Maka, para lulusan SMK juga masih dibutuhkan. Mereka bisa diajak untuk menjadi penyuluh.

“Anak-anak sekolah yang tamat dari SMK ini juga bisa memulai dari keluarga untuk memberikan pemahaman," katanya.

"Kemudian tetangga dan masyarakat luas, agar targetnya petani tradisional memulai bercocok tanam dari tradisional ke cara bercocok tanam modern," katanya lagi.

Jean mengatakan saat ini mereka masih kendala lantaran di beberapa kampung yang masih subsistem. 

“Hari ini mereka (petani) tanam menghasilkan untuk makan, tapi tidak berorientasi pada pasar. Jadi, sistem bertaninya biasa saja,” kata Jean Rollo.

Pertanian modern tentu membutuhkan mesin. Oleh sebab itu, pemerintah menyediakan peralatannya sesuai kebutuhan petani.

“Kami  mendukung akan hal ini. Intinya mereka bisa menanam dengan mesin dan panen juga dengan mesin. Semua bisa berjalan baik, maka pertanian kami akan berjalan baik juga,” katanya optimistis.

Menurut Jean Rollo, pemerintah siap mendukung sejumlah SMK yang membuka jurusan mekanisasi pertanian. Kalau sesuai dengan ketentuan teknik pengadaan diperuntukan untuk sekolah, maka pihaknya memberikan bantuan asalkan ada komunukasi. 

“Kalau SMK buka lahan membutuhkan mesin, surati ke dinas, lalu kami akan jawab sesuai kebutuhan mereka menggarap lahan kembali ke petani,” katanya.

Dua tahun lalu, penanganan pada sektor pertanian di Kota Jayapura difokuskan pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) tiap sub sektor, baik peternakan, tanaman holtikultura, maupun perkebunan dan kehutanan. Kini berorientasi pada pertanian modern, sehingga jurusan mekanisasi pertanian dianggap penting. Para lulusan SMK pun dapat terjun ke tengah masyarakat.

Kepala Sekolah SMK Negeri 4 Jayapura, Joselina Akerina, mengatakan sekolah yang dipimpinnya akan membuka jurusan Mekanisasi Pertanian. Dengan demikian, para siswa bekas didikan sekolah ini punya modal mekanik jika kelak turun ke tengah-tengah masyarakat.

“Ketika ketemu dengan mesin mereka tidak hanya bisa mengoperasikannya saja.Tapi kalau ada kerusakan bisa memperbaiki. Kalau ada kesulitan di petani anak-anak (jurusan) pertanian ini bisa membantu mereka,” kata Akerina. (*)

loading...

Sebelumnya

Lomba kreativitas 4 tahun ISBI Tanah Papua

Selanjutnya

Fenomena gunung es di Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4954x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4351x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 4130x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2554x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe