close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Tessa, perempuan perancang bendera Fiji
  • Minggu, 14 Oktober 2018 — 12:36
  • 491x views

Tessa, perempuan perancang bendera Fiji

Tessa Mackenzie, mengabdi sebagai seorang guru, telah menjadikan Fiji sebagai rumah tetapnya sejak tahun 1961.
Perancang bendera nasional Fiji, Tessa Mackenzie. - Fiji Times/ Losalini Vuki
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Suva, Jubi - Ia dikenal sebagai perempuan yang mendesain bendera nasional Fji yang biru.

Bendera yang hingga hari ini berdiri sebagai harta simbolis, bukti pencapaian kemerdekaan negara itu sejak tahun 1970.

Tessa Mackenzie, mengabdi sebagai seorang guru, telah menjadikan Fiji sebagai rumah tetapnya sejak tahun 1961.

Ketika kompetisi penentuan bendera Fiji yang baru diadakan hampir 50 tahun yang lalu, dia adalah salah satu dari ribuan orang yang mendaftar dan mengajukan desainnya, untuk lomba tingkat nasional itu.

Hari ini, di usia 83 tahun, ia bangga mengenang desain benderanya terpilih 48 tahun yang lalu - suatu momen yang, katanya, dia pegang erat di dalam hatinya.

“Menurut saya sebuah bendera itu penting bagi suatu negara, karena itu adalah simbol dan identitas negara,” kata Mackenzie.

“Ketika dihadapi dengan panggilan untuk mendaftar, karena kompetisi itu memanggil saya untuk mendaftar, itu adalah tanggung jawab yang besar, dan pada saat itu saya mempertimbangkannya dengan sangat hati-hati. Saya ingin mencoba, maka saya mempelajari bendera dari seluruh dunia dan saya mempertimbangkan semuanya dengan matang.”

“Ketika memulainya, saya memutuskan untuk tetap memasukkan Union Flag atau Bendera Kesatuan, karena itu adalah sejarah kita. Sejarah adalah bagian dari pembentukan kita, dan kita tidak bisa mengubahnya. Dengan sejarah, ada sebagian yang baik dan sebagian yang buruk, dan kita belajar dari sejarah. Jika ada kesalahan, maka kita belajar dari kesalahan itu, dan jika ada hal-hal yang berjalan dengan baik, maka kita membangun di atasnya.”

Mackenzie mengatakan bahwa setelah dia melihat ke sekeliling, ia merasa warna biru mewakili lautan, sesuai karena negara ini bagian dari Kepulauan Pasifik.

“Lalu pertanyaan utamanya adalah, apa yang bisa kita letakkan di sudut lainnya, karena kita harus menempatkan sesuatu yang menunjukkan identitas Fiji,” katanya.

“Dan tiba-tiba saya ingat, perisai dalam lambang negara Fiji adalah pilihan yang tepat, karena itu adalah Fiji. Ada tanaman tebu, kelapa, pisang, dan bendera Cakobau, sehingga bisa melengkapi bendera union flag - karena itu adalah bagian dari sejarah kita yang baik. Dan bendera itu mengakui I-Taukei sebagai orang yang asli - pribumi.”

Dia menambahkan bahwa desain itu dimenangkan bersama seorang seniman lainnya, Robi Wilcock. (Fiji Times)

loading...

Sebelumnya

Kandidat direktur WHO kecewa dukungan Pasifik berpindah

Selanjutnya

Terlibat suap, anggota Parlemen Solomon digulingkan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4954x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4351x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 4130x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2554x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe