close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Hubungan Australia-PNG 30 tahun setelah kemerdekaan
  • Minggu, 14 Oktober 2018 — 12:42
  • 867x views

Hubungan Australia-PNG 30 tahun setelah kemerdekaan

Kedudukan Australia di PNG tidak bergantung pada berapa banyak dana yang ia sumbangkan. Pengaruhnya hanya bisa dikembangkan dengan hubungan yang berkualitas tinggi antar-kedua negara.
Pendukung Papua Nugini menyemangati tim mereka di Stadium Allianz di Sydney, Februari 2017. - The Lowy Institute/ James D. Morgan via Getty
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Oleh Ian Kemish

Setiap orang Papua Nugini (PNG) memberitahu satu sama lain, dengan penuh kebanggaan dan kegembiraan, bahwa mata dunia akan berpusat pada mereka, 40 hari dari sekarang, ketika mereka menjadi tuan rumah Pertemuan Pemimpin APEC di Port Moresby pada 17-19 November 2018.

Mereka tidak terganggu dengan konfirmasi bahwa Donald Trump tidak akan hadir di sana. Perwakilannya, Mike Pence, sangat populer di kalangan umat Kristiani PNG karena ia pernah membantu mendatangkan Alkitab berusia 400 tahun ke parlemen nasional negara itu. Dan pertemuan APEC, tanpa Trump, tetap akan menjadi salah satu pertemuan yang paling penting, dengan sebagian besar dari 21 negara anggota APEC lainnya diwakili langsung oleh para pemimpin nasional mereka.

Seperti banyak laporan akhir-akhir ini, Tiongkok telah menjadi mitra dekat PNG menjelang APEC, membantu membangun fasilitas konferensi utama dan memperbaiki jalan-jalan di ibu kota. Lowy Institute telah menunjukkan bahwa investasi Tiongkok dalam pembangunan regional di Pasifik mungkin tidak sebanyak Australia, tetapi Beijing terbukti lebih cekatan, baik dalam pemilihan waktu maupun pemilihan proyek-proyek berprofil tinggi, yang sejalan dengan aspirasi nasional PNG sendiri.

Suatu narasi muncul bahwa Australia telah membiarkan pengaruhnya sendiri di PNG, untuk melemah dalam beberapa tahun terakhir, dan dengan demikian, memungkinkan Tiongkok untuk memperluas pengaruhnya. Tidak dapat dipungkiri kebenaran bahwa posisi Australia berubah, dan PNG pun beralih untuk mencari dukungan dari tempat lain. Perdana Menteri Australia, Gough Whitlam, sudah memprediksi kemungkinan ini sejak awal, dalam pidatonya saat perayaan Kemerdekaan PNG dari negaranya di Port Moresby pada 16 September 1975, ia menyatakan Australia tidak ingin memiliki hubungan ‘eksklusif’ dengan PNG, mengetahui negara yang baru lahir itu akan: ingin menemukan tempatnya sendiri dalam komunitas internasional, berdasarkan penilaian independennya sendiri... kemerdekaan yang sejati bukan kemerdekaan yang palsu.

Para pemimpin PNG modern ini tumbuh di negara yang merdeka, dan memang lebih cenderung untuk memilah setiap hubungan luar negeri dari manfaatnya - dan justru lebih tegas dan selektif dalam hubungan mereka dengan Australia. Ini berarti Australia perlu bekerja dengan hati-hati di PNG sekarang, untuk memastikan ia tetap bisa mempertahankan posisi yang relevan.

Kemakmuran dan kestabilan PNG, yang saat ini berada di bawah tekanan dari faktor demografis dan tekanan sosial lainnya, juga penting bagi keamanan Australia dan wilayah Pasifik yang lebih luas. Posisi internasional Australia terletak pada keyakinan bahwa mereka bisa mempengaruhi pembangunan di Pasifik, terutama PNG, dalam cara yang positif.

Dan meskipun ada berbagai kritik berkala terhadap program bantuan Australia di negara ini, kritik ini melupakan fakta bahwa bantuan Australia sekarang, hanya berkontribusi kecil kepada anggaran nasional PNG, dan oleh karena itu, gagal untuk membangkitkan minat yang serius di politik PNG.

Kedudukan Australia di PNG tidak bergantung pada berapa banyak dana yang ia sumbangkan. Pengaruhnya hanya bisa dikembangkan dengan hubungan yang berkualitas tinggi antar-kedua negara.

Jadi, mari kita pertimbangkan hubungan ini. Ada kedekatan budaya yang dirasakan oleh PNG yang akan mengejutkan banyak orang Australia - keeratan dengan politik Australia, nuansa masyarakat dan budaya, dan pahlawan-pahlawan dunia olahraga. Ada suatu keakraban di antaranya yang tidak ada dalam hubungan PNG dengan negara lainnya.

Di Australia, masih ada jaringan kecil dan akrab yang memiliki hubungan kental dengan PNG. Ada banyak orang Australia, seperti saya, yang tumbuh di negara ini dalam beberapa dekade terakhir ini. Hubungan pribadi telah dibentuk yang menyediakan faktor penguat, dalam hubungan bilateral kita selama 30 tahun pertama pasca-kemerdekaan PNG. Hal ini tercermin dari orang-orang terkemuka PNG dari era itu, ada suatu jalinan keakraban dan kasih sayang yang kuat untuk Australia, mereka menceritakan pengalaman belajar di Australia, atau teman-teman yang mereka temui di selama hidup mereka di Australia.

Di sinilah hubungan ini memudar. Jaringan hubungan-hubungan pribadi lama itu tidak diganti. Ada beberapa orang muda Australia yang memiliki koneksi ke PNG - diplomat, pekerja kemanusiaan, pekerja tambang, dan beberapa orang di dunia bisnis. Tetapi jumlahnya jauh lebih kecil, dan bagi orang-orang ini, PNG dilihat sebagai tempat pemberhentian sementara dalam perjalanan karir mereka - fase yang menarik, tetapi terasing dalam hidup mereka.

Untuk orang PNG, kesempatan belajar di Australia terbatas hanya untuk anak-anak kaum elite. Mereka yang bisa berkunjung, setelah melalui rezim visa yang sulit, harus menghadapi fakta bahwa sebagian besar orang Australia modern ini tidak tahu apa-apa tentang negara mereka.

Australia harus memahami pentingnya hubungan historis dan pribadi dengan PNG, dan bekerja bersama untuk membangun kembali hubungan yang menopang keberadaannya di sana, seperti dalam dekade pertama setelah kemerdekaan.

Dialog Emerging Leaders Australia-PNG yang diadakan Lowy Institute, memiliki kontribusi besar dalam mendorong dialog antarkaum muda dari kedua negara ini, dan dapat menjadi model yang bermanfaat untuk dialog serupa, dengan skala yang lebih besar demi membangun kembali hubungan yang mulai pudar di masa depan. Pemerintah Australia bisa meningkatkan fokus universitas-universitasnya di kawasan Pasifik, termasuk PNG, dimana saat ini keterlibatan mereka minim.

Yang paling penting, media Australia perlu didorong agar memiliki fokus yang lebih dewasa atas negara tetangga terdekat itu. Saya tidak setuju dengan pengamat PNG yang biasanya mengatakan, bahwa media Australia harus lebih banyak meliput hal-hal positif tentang PNG - faktanya adalah bahwa negara itu menghadapi tantangan-tantangan yang tidak boleh diabaikan. Namun media Australia seharusnya mulai membahas PNG dengan lebih serius.

Hubungan di dunia politik juga perlu diperhatikan. Penggantian jabatan Perdana Menteri di Australia pun tidak membantu mengembangkah hubungan di tingkat paling senior. Kecuali beberapa orang, para menteri Australia dianggap terlalu sibuk atau tidak antusias tentang PNG.

Ketika perdana menteri PNG menghadiri konferensi bisnis bilateral besar di Australia, Pemerintah Australia diwakili oleh menteri-menteri junior atau anggota parlemen di kursi cadangan. Rasa saling menghormati adalah faktor mendasar untuk membangun hubungan positif, dan rekan-rekan kita PNG kadang-kadang merasa tidak diperlakukan dengan hormat.

Ada juga rasa frustrasi di sisi Australia - dan itu adalah cerita lain. Namun, jika Australia ingin mempertahankan relevansi mereka di PNG dalam era baru, hubungan pribadi yang perlu menjadi fokus utama, bukan program bantuan. (The Interpreter by Lowy Institute 10/10/2018)

loading...

Sebelumnya

Terlibat suap, anggota Parlemen Solomon digulingkan

Selanjutnya

Dewan Gereja Samoa bantah hasil laporan penyelidikan nasional KDRT

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4955x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4353x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 4132x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2555x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe