Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Dua tewas dalam penyergapan rombongan pejabat
  • Senin, 28 November 2016 — 13:15
  • 433x views

Dua tewas dalam penyergapan rombongan pejabat

Dua orang tewas dalam sebuah insiden penyergapan rombongan konvoi pejabat nasional dan lokal di provinsi Hela, Papua Nugini, Selasa pekan lalu.
Ilustrasi. Suasana jalan menuju lokasi tambang di provinsi Hela. –RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi,

Hela, Jubi – Dua orang tewas dalam sebuah insiden penyergapan rombongan konvoi pejabat nasional dan lokal di provinsi Hela, Papua Nugini, Selasa pekan lalu. Saat itu, Gubernur Hela, Francis Potape tengah melakukan kunjungan lapangan ke area pertambangan gas milik ExxonMobil menyertai Menteri Pendidikan Tinggi PNG, Francis Marus.

Di tengah perjalanan, rombongan mereka dicegat sekelompok pria yang memblokade jalan hingga memaksa rombongan pejabat untuk mundur. Mereka juga memaksa para pejabat turun dari mobil sembari melepaskan tembakan ke arah sembarang berkali-kali.

Berkat perlindungan anggota pasukan yang mengawal, para pejabat itu bisa pergi menyelamatkan diri. Namun, dua anggota pengawal tewas akibat terkena tembusan senjata tajam dalam insiden tersebut.

Ada juga laporan yang menyebutkan bahwa insiden itu menewaskan empat orang. Namun, polisi membantahnya sembari mengatakan bahwa itu termasuk korban bentrokan antarsuku di tempat lain di provinsi yang sama.

Polisi telah merilis tersangka pelaku penyergapan dan penembakan dalam insiden mematikan itu. Mengutip rilis polisi, seorang anggota Palang Merah setempat, Isaac Pulupe mengatakan bahwa pelakunya adalah para petarung dari suku-suku yang berasal dari wilayah Ligame.

Insiden itu berlanjut menjadi sebuah kerusuhan ketika pasukan anggota polisi yang disewa oleh ExxonMobil menyerang balik suku pelaku penyergapan atas nama solidaritas terhadap rekannya yang mati tertembak. “Mereka menjadi sangat brutal, bahkan rumah orang-orang tak berdosa pun ikut dibakarnya, bukan hanya rumah para ksatria suku,” ujar Isaac.

Hampir 200 rumah di Ligame terbakar dalam kerusuhan itu. Selain itu, anggota polisi yang mengamuk itu juga menghancurkan semua harta benda dan hewan-hewan ternak milik masyarakat suku di Ligame.

Penyergapan dan penembakan serta perang suku yang disertai tindak kekerasan bersenjata terus terjadi di provinsi Hela dalam beberapa tahun terakhir. (*)

loading...

Sebelumnya

Fiji larang unjukrasa kampanye gerakan perempuan

Selanjutnya

Kekurangan nutrisi jadi penyebab tingginya diabetes di Kepulauan Marshall

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe