Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ibukota
  3. Ada ISIS di balik aksi 4 November
  • Senin, 28 November 2016 — 14:59
  • 1420x views

Ada ISIS di balik aksi 4 November

Sembilan orang terduga teroris kelompok Abu Nusaibah yang berbaiat kepada ISIS membagi dua kelompoknya untuk memanfaatkan situasi ricuh pada aksi unjuk rasa atau demo "bela Islam ", 4 November 2016.
Aksi 4 November di Jakarta. –tempo.co
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Lina Nursanty

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jakarta, Jubi – Sembilan orang terduga teroris kelompok Abu Nusaibah yang berbaiat kepada ISIS membagi dua kelompoknya untuk memanfaatkan situasi ricuh pada aksi unjuk rasa atau demo "bela Islam ", 4 November 2016. “Pimpinannya, Abu Nusaibah membagi dua kelompoknya, ada yang bergerak ke Penjaringan, ada yang merapat ke DPR,” kata Kadivhumas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Senin (28/11/2016).

Kesembilan orang yang diamankan tersebut adalah Saulihun alias Abu Nusaibah alias Abu Hilyah alias Abu Husnia alias Abu Faqih alias Abu Islam alias Abu Hasan alias Abu Iksan alias Pak Slamet; Alwandi Supandi alias Abu Usama alias Aseng alias Sabeni; Reno Suharsono alias Kholid alias Jack alias Alex; Wahyu Widada; Dimas Adi Saputra alias Ali; Ibnu Aji Maulana alias Ibnu alias Indra; Fuad alias Abu Ibrohim; Zubaidar dan Agus Setyawan alias Agus alias Andi Syahputra.

Ia menjelaskan pada Jumat (4/11) malam setelah terjadi bentrok antara massa demonstran dengan petugas keamanan, Abu Nusaibah memerintahkan Wandi Sopandi alias Abu Usama untuk mengumpulkan kelompok Khafilah Syuhada yakni kelompok Al-Hawariyun agar berkumpul di Mesjid Al Fatah Menteng.

Kadivhumas mengatakan saat itu yang hadir di Mesjid Al Fatah di antaranya Wandi Sopandi, Dimas Adi Saputra, Wahyu Widada, Ibnu Aji Maulana, Zubair, Reno Suhartono dan beberapa anggota Hawariyun. Pukul 20.00 WIB, mereka berkumpul di halaman Mesjid Al Fatah, sementara yang ada di dalam Mesjid yakni Abu Nusaibah, Samsudin Uba dan Ibnu Aji Maulana.

Kemudian pada pukul 20.30 WIB, Abu Nusaibah keluar menuju halaman masjid dan memerintahkan kepada Wandi Sopandi untuk membagi kelompoknya menjadi dua. “Kelompok 1 dipimpin oleh Abu Fatir untuk bergerak kePenjaringan (Jakarta Utara), karena sudah terjadi rusuh di Penjaringan. Kelompok 2 dipimpin oleh Abu Nusaibah untuk bergerak bergabung dengan massa di DPR,” kata mantan Kapolda Banten itu.

Tujuan rencana ini agar kelompok tersebut bisa berhadapan langsung dengan aparat saat kericuhan dan mencari kelengahan aparat untuk merebut senpi. Dari hasil pemeriksaan diketahui, kelompok yang bergerak ke Penjaringan, tidak bergabung dengan massa, melainkan langsung menyusup ke barisan di belakang polisi untuk mencari kelengahan aparat. (*)

 

loading...

Sebelumnya

KPK akan eksekusi kantor bekas milik Nazaruddin

Selanjutnya

Calon dubes harus kompeten

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe