Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Pengungsi Nauru menolak pergi ke AS
  • Selasa, 29 November 2016 — 12:20
  • 397x views

Pengungsi Nauru menolak pergi ke AS

Pengungsi yang berada di Nauru menolak dipindahkan ke Amerika Serikat (AS). Salah satu alasan yang dikemukakan pengungsi beragama Islam yaitu karena takut dengan kebijakan presiden AS terpilih, Donald Trump.
Para pengungsi di kamp Nauru. –Aljazeera.com
RNZI
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Lina Nursanty

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Nauru, Jubi – Pengungsi yang berada di Nauru menolak dipindahkan ke Amerika Serikat (AS). Salah satu alasan yang dikemukakan pengungsi beragama Islam yaitu karena takut dengan kebijakan presiden AS terpilih, Donald Trump.

Sebagian besar pengungsi lainnya menunjukkan sikap ambivalen terhadap rencana transfer pengungsi ke AS. Hal itu diiyakan oleh advokat pengungsi dari Koalisi Aksi Pengungsi, Ian Rintoul. Meski begitu, ia tidak memungkiri ada juga banyak pengungsi yang penasaran dengan rencana itu dan mencoba mencari tahu lebih detail akan tawaran pindah ke AS tersebut.

“Beberapa pertanyaan yang sering dilontarkan yaitu tentang arti dari penempatan kembali pengungsi ke AS, apa dampaknya bagi keutuhan keluarga mereka, kemungkinan untuk tetap utuh tiba di AS sebagai keluarga, berapa lama prosesnya dan apakah ada opsi lain selain pergi ke AS,” ujar Rintoul.

Laporan situasi kamp Nauru setelah adanya kesepakatan transfer pengungsi antara Australia dan Amerika Serikat (AS) itu dilaporkan oleh beberapa wartawan Australia yang kini sudah mulai diperbolehkan untuk mengunjungi kamp Nauru. Sebelumnya, pemerintah Nauru menghalang-halangi kedatangan wartawan ke kamp untuk meliput suasana dalam kamp tersebut.

Beberapa pekan lalu, perdana menteri Australia Malcolm Turnbull mengatakankepada media bahwa pemerintahnya telah mencapai kesepakatan dengan pemerintah AS untuk mentransfer pengungsi yang berada di kamp Manus dan Nauru ke AS.

Australia dengan itu juga menegaskan akan menutup pintu masuk bagi pengungsi yang tiba di Australia dengan menggunakan perahu yang kemudian disebut dengan manusia perahu (boat people). Turnbull berkali-kali menegaskan kebijakan tersebut akan dijalankan. Namun, sejauh ini belum ada pernyataan dari pemerintah AS terkait kesepakatan transfer pengungsi itu sehingga membuat banyak pihak ragu, termasuk para pengungsi.  (*)

loading...

Sebelumnya

Usai insiden bersenjata, wilayah Hela masih diliputi ketegangan

Selanjutnya

Tujuh tewas, satu orang hilang dalam kecelakaan kapal Selandia Baru

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 3591x views
Anim Ha |— Sabtu, 10 Februari 2018 WP | 2630x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2462x views
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe