Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Seni & Budaya
  3. FBTTM mengajak anak muda untuk menghargai budayanya
  • Selasa, 29 November 2016 — 15:38
  • 1695x views

FBTTM mengajak anak muda untuk menghargai budayanya

“Kita lihat generasi baru yang sekarang ini, dulu kita memakai perahu adat untuk mencari ikan ke laut, tetapi sekarang mereka mengunakan motor jonson dan speeadboat, serta untuk bepergian dari Demta ke Depapre. Kami orang tua dulu menggunakan perahi adat,” kata Sakarias.
Tarian adat yang dipentaskan saat Festival Bahari Teluk Tanah Merah (FBTTM) II, 24 – 26 November 2016 di pantai Tablanusu – Jubi/Simon Daisiu
Engelbert Wally
Editor : Timoteus Marten
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Sentani, Jubi – Festival Bahari Teluk Tanah Merah (FBTTM) II, 24 – 26 November 2016 di pantai Tablanusu, Kampung Entiyebo, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura dinilai dapat mengajak anak-anak muda untuk memahami dan menghargai budaya dan adat-istiadatnya.

Tokoh adat Distrik Demta, Sakarias Ondi kepada Jubi di Kampung Tablanusu, Selasa (29/11/2016) mengaku sangat mengapresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini.

Menurut Sakarias festival ini dapat mengangkat budaya masyarakat pesisir Tanah merah yang perlahan-lahan hilang.

“Kita lihat generasi baru yang sekarang ini, dulu kita memakai perahu adat untuk mencari ikan ke laut, tetapi sekarang mereka mengunakan motor jonson dan speeadboat, serta untuk bepergian dari Demta ke Depapre. Kami orang tua dulu menggunakan perahi adat,” kata Sakarias.

Maka dari itu, dengan digelarkan FBTTM ke-2 tahun ini budaya masyarakat lokal di kawasan teluk Tanah Merah dapat diperlihatkan kepada dunia. Dengan demikian, ia berharap generasi muda dapat menjaga dan melestarikannya.

“Itu harga diri yang harus dijaga,” katanya.

Ditemui bersamaan, Kepala Kampung Tarfia, Silas Tauruy mengatakan ada makna tersirat di balik pelaksanaan festival ini. Festival bukan sekadar tontonan belaka, melainkan menjadi ingatan yang harus dikenang generasi muda.

“Dulu sebelum pemerintah ada budaya sudah duluan ada. Jadi, mari kita menjaga dan melestarikan budaya kita masing-masing di pelosok Papua manapun,” kata Silas. (*)

loading...

Sebelumnya

Pasangan Mario terus memberikan bantuan kepada rumah peribadatan

Selanjutnya

OAP penjual daging di Pasar Youtefa mengharapkan perhatian pemerintah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6193x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5771x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3930x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe