Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Advertorial
  3. Rapat BPL GIDI ke-53, 90 persen mimbar GIDI berbahasa daerah
  • Selasa, 29 November 2016 — 20:20
  • 1212x views

Rapat BPL GIDI ke-53, 90 persen mimbar GIDI berbahasa daerah

"90 persen mimbar GIDI masih pakai bahasa daerah. Dan, sisanya 10 persen, mimbar gereja pakai bahasa Indonesia. Jadi, (buku-buku penafsiran Alkitab berbahasa Lani) ini memang kebutuhan jemaat," kata Pdt. Dorman Wandikbo kepada Jubi, menanggapi laporan dari wilayah Yamo, dalam rapat Badan Pekerja Lengkap (BPL) GIDI ke-53 di Nabire, Selasa (29/11/2016).
Cover buku Penafsiran Alkitab dalam bahasa Lani. - Jubi/Yuliana Lantipo
Yuliana Lantipo
yuliana_lantipo@tabloidjubi.com
Editor :

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Nabire, Jubi - Presiden Gereja Injili Di Indonesia (GIDI), Pendeta Dorman Wandikbo, mengatakan sebagian besar gereja GIDI di Tanah Papua masih menggunakan bahasa daerah dalam menyampaikan firman Tuhan.

"90 persen mimbar GIDI masih pakai bahasa daerah. Dan, sisanya 10 persen, mimbar gereja pakai bahasa Indonesia. Jadi, (buku-buku penafsiran Alkitab berbahasa Lani) ini memang kebutuhan jemaat," kata Pdt. Dorman Wandikbo kepada Jubi, menanggapi laporan dari wilayah Yamo, dalam rapat Badan Pekerja Lengkap (BPL) GIDI ke-53 di Nabire, Selasa (29/11/2016).
 
Pimpinan Badan Pekerja Pusat (BPP) GIDI itu menjelaskan saat ini GIDI memiliki 6.000 pendeta. Dari jumlah itu, sebanyak 4.000 pendeta yang melayani diberbagai daerah pelosok di Tanah Papua masih menggunakan bahasa daerah, "hampir semua dalam bahasa Lani," jelasnya. Gereja yang disebut lahir dari misionaris orang asli Papua itu, hingga kini melayani dengan 52 bahasa di seluruh Indonesia.
 
Perpustakaan berbahasa Lani

Yamo, satu dari delapan wilayah penginjilan Gereja Injili Di Indonesia, yang berada di Wamena barat, akhirnya memiliki perpustakaan baru, Perpustakaan Penafsiran Alkitab Bahasa Lani. Seperti namanya, perpustakaan ini mengoleksi dan menerbitkan buku-buku tentang cerita dalam Alkitab yang ditafsirkan dalam bahasa Lani.

Ia memiliki sekurangnya 20 judul buku dan telah menerbitkan sedikitnya 1000 buku per judul dalam setahun.
 
"Kami sudah punya Perpustakaan Tafsiran Alkitab," kata Evanjelis Gandius Enumbi saat melaporkan program penginjilan dan pemuridan dihadapan ratusan penginjil lain dan pimpinan rapat BPL, Senin (28/11/2016).

Perpustakaan Penafsiran Alkitab Bahasa Lani tersebut mulai dibangun pada 2014 dan baru diresmikan pada 16 Oktober 2016, di kota Mulia, Puncak Jaya. Perpustakaan itu kini sudah dipenuhi dengan ribuan buku penafsiran Alkitab yang ditulis dalam bahasa Lani, yakni bahasa daerah yang digunakan oleh sebagian besar penduduk Wamena, khususnya dari wilayah bagian barat.
 
Evanjelis yang juga guru Alkitab di Mulia itu mengatakan kehadiran perpustakaan itu menjadi media yang sangat baik dalam mendukung program wilayah Yamo dalam menjalankan pelayanan khususnya bagi para penginjil dan calon penginjil yang masih bersekolah di Sekolah Alkitab Mulia.

"Tujuan terutama untuk menjadi pegangan guru-guru Alkitab, kemudian pegangan bagi siswa Alkitab. Ini juga menjadi pedoman bagi hamba Tuhan dalam pelayanannya di gereja. Karena masyarakat umumnya masih bicara dalam bahasa Lani," ujar Ev. Gandius Enumbi, yang juga Sekretaris Wilayah Yamo kepada Jubi.

Menurut Ev. Gandius, mengaku dirinya jadi lebih memahami maksud penjelasan dalam Alkitab ketika membaca buku tafsiran berbahasa Lani. Hal yang sama juga dirasakan oleh siswa Alkitab yang diajarnya dan jemaat dalam pelayanannya.

"Buku ini sangat membantu karena dulu kita hanya punya Alkitab bahasa Lani, tapi sekarang sudah ada buku-buku penafsiran jadi ini tolong kami lebih mengerti," kata guru itu.

Buku-buku tafsiran mulai dibuat tahun 1997 oleh Pendeta Leon Dellinger. Ia seorang pendeta dan misionaris dari UFM atau saat ini dikenal sebagai Cross World.

Ev. Gandius mengatakan, penyempurnaan buku dalam bahasa Lani melibatkan sebuah tim yang terdiri dari Pdt. Inenik Tabuni, Ev. Yosep Wonda, Pdt. Telius Wonda, termasuk dirinya.

"Setiap tahun, kami terbitkan 1000 buku per judulnya. Dan, sekarang ini kami sudah punya sekitar 20 buku tafsiran Alkitab bahasa Lani," katanya.

Sekretaris wilayah Yamo itu menambahkan, perpustakaan itu juga mengoleksi beberapa buku tambahan seperti buku Doktrin Alkitab, Sejarah Gereja, Etika Kristen, Pemuridan, Konkordansi Alkitab (tentang cara cepat mencari ayat atau judul dalam Alkitab). (*)

Berikut dafar Buku-buku yang telah ditafsirkan ke dalam bahasa Lani.

Perjanjian Lama:
1. Buku Kejadian dan Ayub,
2. Buku Kitab Taurat Keluaran-Ulangan,
3. Yosua-Ruth,
4. I dan II Samuel - I dan II Tawarikh.
5. Mazmur-Pengkotbah,
6. Esra, Nekemia, Ester, dan Agai Sakaria Maleyakhi
7. Yesaya dan Hosea-Sefanya.
8. Yeremia-Yeheskiel.  

Perjanjian Baru:
1. Buku Kehidupan Yesus 1
2. Buku Kehidupan Yesus 2
3. Buku Kehidupan Yesus 3
4. Buku Kisah Rasul-I dan II Korintus
5. Buku Galatia-Filemon
6. Ibrani- I,II,III Yohanes
7. Kitab Daniel dan Wahyu.

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Pasangan Mario terus memberikan bantuan kepada rumah peribadatan

Selanjutnya

Usman Wanimbo siap lanjutkan program 1.000 hari pertama kehidupan di Tolikara

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua