Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Bali & Nusa Tenggara
  3. Baru 1.300 Nelayan Ikut Asuransi
  • Selasa, 20 September 2016 — 10:21
  • 842x views

Baru 1.300 Nelayan Ikut Asuransi

"Kementerian memberikan target waktu hingga akhir Desember untuk merampungkan pengisian biodata calon penerima asuransi nelayan," ujarnya.
Ilustrasi nelayan Lampung Timur saat berdemo menolak penambangan pasir laut - IST
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Lina Nursanty

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Denpasar, Jubi - Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali mencatat hingga saat ini baru sekitar 1.300 nelayan yang biodatanya sudah dimasukkan secara "online" atau dalam jaringan sebagai calon penerima asuransi nelayan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Berdasarkan monitoring yang kami lakukan, sekitar 1.300-an nelayan yang biodatanya baru diisi oleh pemerintah kabupaten/kota," kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali I Made Gunaja, di Denpasar, Senin (19/9/2016).

Dia mengemukakan, untuk mendapatkan asuransi nelayan itu, prosesnya dari masing-masing pemerintah kabupaten/kota yang mengisi biodata secara "online".

Menurut Gunaja, sebenarnya sebanyak 13.700 nelayan dari seluruh Bali yang diajukan untuk mendapatkan asuransi nelayan. Mereka itu adalah nelayan yang sudah mengantongi kartu nelayan dan usianya di bawah 65 tahun.

"Kementerian memberikan target waktu hingga akhir Desember untuk merampungkan pengisian biodata calon penerima asuransi nelayan," ujarnya.

Gunaja menambahkan, untuk asuransi nelayan tahun pertama ini (2016-red), sepenuhnya biaya premi akan ditanggung oleh pemerintah. Tetapi diharapkan pada tahun-tahun mendatang dapat menjadi stimulasi bagi nelayan sehingga memiliki kesadaran untuk membayar premi sendiri setelah diketahui manfaatnya yang begitu besar.

Kementerian Kelautan dan Perikanan menyiapkan anggaran sebesar Rp175 miliar untuk membuat program asuransi nelayan. Perlindungan ini diberikan kepada para nelayan dari kecelakaan, baik saat menangkap ikan maupun tidak sedang menangkap ikan.

Lewat asuransi ini, disusun skema bahwa nelayan yang mengalami kecelakaan kerja dan meninggal akan mendapat santunan Rp 200 juta. Nelayan yang cacat akibat kecelakaan kerja mendapat santunan Rp 100 juta. Lalu ada bantuan biaya pengobatan hingga Rp 20 juta, untuk nelayan yang mengalami kecelakaan kerja.

Sedangkan nelayan yang kecelakaan dan meninggal di luar aktivitas penangkapan ikan, misalnya sedang naik sepeda motor, atau kegiatan lainnya, mendapat santunan Rp160 juta. Bila nelayan mengalami cacat bukan akibat kecelakaan kerja, masih ada santunan Rp100 juta. Kemudian biaya pengobatan di luar kecelakaan kerja ditanggung hingga Rp 20 juta. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Korban Montara Desak Jokowi Batalkan Perjanjian 1997

Selanjutnya

Polda NTT tangkap penyelundup imigran asia tengah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe