Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Otonomi
  3. DPR Papua berikan perhatian khusus tiga hal dalam RAPBD 2017
  • Rabu, 30 November 2016 — 07:29
  • 531x views

DPR Papua berikan perhatian khusus tiga hal dalam RAPBD 2017

"Ketiga program itu yakni pendidikan, kesehatan dan PON Papua 2020. Ini target karena ini masalah yang lebih banyak kami soroti. Sektor lain adalah penanganan anak-anak Papua yang kuliah di luar negerii," kata Yunus Wonda kepada wartawan usai pembukaan sidang RAPBD Papua 2017.
Pembukaan Sidang RAPBD Papua Tahun Anggaran 2017 di Ruang Sidang DPR Papua, Selasa (29/11/2016) - Jubi/Arjuna
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi - DPR Papua memberikan perhatian khusus terhadap tiga hal dalam paripurna RAPBD Induk Provinsi Papua Tahun Anggaran 2017.

Ketua DPR Papua, Yunus Wonda usai pembukaan sidang RAPBD Papua 2017 di ruang sidang DPR Papua, Selasa (29/11/2016) mengatakan, semua yang dibahas merupakan program prioritas. Namun ada program yang perlu mendapat perhatian khusus dan diseriusi. 

"Ketiga program itu yakni pendidikan, kesehatan dan PON Papua 2020. Ini target karena ini masalah yang lebih banyak kami soroti. Sektor lain adalah penanganan anak-anak Papua yang kuliah di luar negeri. Dalam pembahasan dengan tim anggaran kami sepakat Pemprov Papua akan segera membayar hutang di beberapa kota studi di luar negeri," kata Yunus Wonda kepada wartawan usai pembukaan sidang RAPBD Papua 2017.

Menurutnya, masalah yang kini dialami anak-anak Papua yang studi di sejumlah negara, berkaitan erat dengan pendidikan. Untuk itu DPR Papua telah meminta Pemprov Papua segera mengambil langkah. 

"Total tunggakan anak-anak Papua yang studi di beberapa negara Rp132 miliar lebih. Dalam beberapa hari ini pemprov akan bayarkanya. Ini bukan karena tak ada uang, tapi akibat masalah administrasi di Biro SDM sehingga tak sampai pada proses pembayaran," ucapnya.

Untuk PON lanjut politisi Partai Demokrat itu, dananya mencapai Rp600 miliar lebih. Anggaran senilai itu nantinya akan dipakai membangun stadion utama PON dan merenovasi venue-venue atau sarana penunjang yang sudah ada.

"Untuk venue, sudah banyak yang ada. Tingggal direnovasi. Kalau masalah bangun itu tidak sulit, namun yang sering menjadi kendala adalah perawatannya. Target yang memang menjadi fokus kami adalah PON dan pendidikan serta kesehatan," katanya. 

Untuk pembangunan infrastruktur lanjut Wonda, akan terus terjadi peningkatan agar agar semua akses bisa terbuka, sehingga pada 2018, Gubernur Papua, Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal bisa menunjukkan kepada rakyat Papua progres yang mereka lakukan selama lima tahun menjabat. 

"Penutupan sidang RAPBD Induk Papua Tahun Anggaran 2017 akan dilakukan 2 Desember 2016 mendatang. Sejak 18-28 November 2016, kami sudah melakukan pembahasan. Masyarakat jangan beranggapan terlalu cepat sidangnya. Inti semua itu pembahasan. Sidang RAPBD ini untuk mengesahkan apa yang sudah dibahas," imbuhnya.

Dalam pembukaan sidang RAPBD Papua 2017 oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe RAPBD Papua 2017 yang diusulkan senilai 15 Triliun 91 miliar 120 juta 384 ribu 774 rupiah atau meningkat dari tahun 2016 senilai 13 triliun 976 miliar 127 juta 384 ribu 774 rupiah. (*) 

loading...

Sebelumnya

Paripurna DPRP bahas empat materi persidangan

Selanjutnya

Gubernur minta APBD harus bermanfaat bagi masyarakat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe