Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Drama musikal, kampanye anti kekerasan anak di Sorong
  • Jumat, 02 Desember 2016 — 09:01
  • 870x views

Drama musikal, kampanye anti kekerasan anak di Sorong

“Diharapkan anak-anak akan tahu bahwa hak mereka adalah memperoleh pendidikan, mendapatkan kesehatan yang baik, punya hak dilindungi bila mereka dieksploitasi. Orang tua dan masyarakat secara keseluruhan termasuk pemerintah punya peran yang sama,” katanya di Sorong, Kamis (1/12/2016).
Situasi drama musikal dengan tema “Bersama Lindung Anak” dalam rangka kampanye dan penyuluhan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Sorong – Jubi/Florence Niken
Florence Niken
Editor : Timoteus Marten
LipSus
Features |
Sabtu, 24 Februari 2018 | 11:20 WP
Features |
Sabtu, 24 Februari 2018 | 11:03 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 22:57 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:49 WP

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Sorong, Jubi – Pemerintah Kota Sorong melalui Badan Pemberdayaan Perempuan Masyarakat dan Keluarga Berencana Kota Sorong menggelar drama musikal.

Kegiatan dengan tema “Bersama Lindung Anak” ini merupakan rangkaian kegiatan kampanye dan penyuluhan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dimulai sejak 20 November 2016.

Deputi Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Sorong, Valentina Ginting mengatakan kegiatan ini melibatkan 20 kader Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), pelajar dan beberapa instansi pemerintah.

Menurut dia pihaknya bertujuan untuk memberikan pemahaman bagi anak-anak di Kota Sorong tentang hak mereka sesuai undang-undang perlindungan anak

“Diharapkan anak-anak akan tahu bahwa hak mereka adalah memperoleh pendidikan, mendapatkan kesehatan yang baik, punya hak dilindungi bila mereka dieksploitasi. Orang tua dan masyarakat secara keseluruhan termasuk pemerintah punya peran yang sama,” katanya di Sorong, Kamis (1/12/2016).

Menurutnya kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di Kota Sorong saja, tetapi juga di seluruh Indonesia.

Data Badan Pemberdayaan Perempuan Masyarakat dan Perlindungan Anak Kota Sorong menyebutkan, sebanyak 151 kasus kekerasan terhadap anak pada tahun 2015. Pelaku didominasi kekerasan orang tua terhadap anak. Sedangkan data 2016, ada 88 kasus dan selama ini kasus ditangani oleh unit PPA Pores Sorong, unit P2TP2A kota Sorong dan kader PATBM.

Pelaksana Tugas Wali Kota Sorong, Jack Sawaki mengingatkan para orang tua agar lebih memperhatikan anak-anaknya. Tindak kekerasan bisa juga terjadi karena kurangnya pembinaan dari orang tua.

“Orang tua harus berperan aktif dalam memberikan perlindungan dan membina anak-anaknya,” kata Jack Sawaki. (*)

loading...

Sebelumnya

HAS 2016, KPA Kota Sorong bagikan ratusan pita merah dan brosur

Selanjutnya

Ratusan orang ramaikan pawai Sinterklas di Sorong

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 6931x views
Dunia |— Jumat, 23 Februari 2018 WP | 3438x views
Penkes |— Rabu, 21 Februari 2018 WP | 3166x views
Lapago |— Jumat, 16 Februari 2018 WP | 2418x views
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe