Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Benny Giay : Jangan jadi generasi muda dengan nasionalisme buta
  • Selasa, 20 September 2016 — 23:21
  • 939x views

Benny Giay : Jangan jadi generasi muda dengan nasionalisme buta

"Generasi muda orang Indonesia saat yang lahir era tahun 1980-an termasuk 1970-an tidak boleh lagi membawa tradisi kisah-kisah gelap militer Indonesia yang sedang merusak generasi orang Indonesia di semua pulau,” ujar Benny Giay.
Peserta aksi KNPB berpose di halaman Rusunawa UNCEN, Perumnas III-Waena, Senin (19/9/2016) - JUBI/Zely Ariane
Zely Ariane
Editor :
LipSus
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 13:43 WP
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 13:02 WP
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 12:40 WP

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Aksi puluhan ribu rakyat Papua yang dimediasi KNPB, Senin (19/9/2016) lalu, seperti juga di banyak aksi KNPB selama ini, diwarnai oleh partisipasi dan ekspresi kaum muda dengan berbagai atribut yang tegas menunjukkan identitas perlawanan serta simbol-simbol Papua Merdeka.

Fredy Walianggen, seorang mahasiswa UNCEN yang berpidato dalam pembukaan aksi mendukung isu West Papua di Majelis Umum PBB (19/9), di halaman Rusunawa Universitas Cenderawasih, Perumans III-Waena, mengajak seluruh kaum muda Papua berkontribusi dalam perjuangan penentuan nasib sendiri West Papua.

“Mari kita berkontribusi semaksimal mungkin, bukan saja kita orang asli Papua, tetapi juga Amber yang mendukung Papua Merdeka juga mesti berkontribusi dengan gayanya masing-masing,” ujar Walianggen.

Terhadap fenomena kaum muda ini, Pdt Benny Giay, Ketua Sinode Gereja Kingmi mengatakan Minggu (18/9/2016) bahwa inilah bukti sejarah Papua sedang berdinamika, dan itu tidak saja terjadi di kalangan muda Papua, tetapi juga di Pasifik dan Indonesia sendiri.

Saya kira generasi muda orang Indonesia yang lahir era tahun 1980-an termasuk 1970-an tidak boleh lagi membawa tradisi kisah-kisah gelap militer Indonesia yang sedang merusak generasi orang Indonesia di semua pulau,” ujarnya kepada Jubi.

Menanggapi aspirasi penentuan nasib sendiri Papua, dia memandang orang muda Indonesia “harus punya nasionalisme yang lebih kritis, dan bukan nasionalisme militer yang buta. Menghalalkan segala cara, penguasaan buta. Saya kira generasi bangsa Indonesia yang lahir ’70-an dan ’80-an ini harus bisa ambil jarak dari pemikiran-pemikiran militeristik yang esensialis, yang harga mati dan mutlak-mutlak.”

Giay mengajak generasi baru Indonesia menyikapi perluasan dukungan Pasifik pada penentuan nasib sendiri Papua tidak dengan cara-cara pemerintah Indonesia yang otioriter. “Sekarang ini generasi muda harus paham dan terima lebih terbuka dan dingin, mendengar, karena saya kira mereka akan memasuki generasi yang lebih global dan tanpa beban.

Baginya hanya generasi yang terbuka seperti itulah yang akan sanggup berhadapan dengan bangsa-bangsa lain yang lebih beradab dan lebih membuka diri terhadap lorong-lorong gelap yang disembunyikan generasi militer dan penguasa otoriter sejak 1960-an.(*)

loading...

Sebelumnya

Ribuan Rakyat Papua Dukung Koalisi Negara Pasifik di Majelis Umum PBB

Selanjutnya

Serikat Guru Kepulauan Cook Pimpin Solidaritas untuk West Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 6002x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2946x views
Pasifik |— Rabu, 14 Februari 2018 WP | 2929x views
Otonomi |— Selasa, 13 Februari 2018 WP | 2591x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe