Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Kota Sorong butuh shelter bagi korban KDRT
  • Jumat, 02 Desember 2016 — 22:39
  • 732x views

Kota Sorong butuh shelter bagi korban KDRT

“Keberadaan shelter atau rumah aman bagi korban kekerasan ini sangat penting. Keberadaan shelter akan sangat membantu mereka yang menjadi korban tindak kekerasan. Para korban akan tinggal di shelter untuk mendapat perlindungan sehingga mendapatkan penanganan,” katanya.
Pemateri dalam rapat koordinasi tentang sistem peradilan pidana anak di Kota Sorong – Jubi/Florence Niken
Florence Niken
gendis2005.soebroto@gmail.com
Editor : Timoteus Marten

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Sorong, Jubi – Kota Sorong, Papua Barat masih membutuhkan shelter atau rumah penampungan bagi para korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Keberadaan shelter bahkan sudah diupayakan sejak lama agar bisa menampung dan memberikan perlindungan bagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak. Namun hingga saat ini keberadaan shelter ini belum bisa diwujudkan.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Masyarakat dan Keluarga Berencana Kota Sorong, Meryam Isir ketika ditemui Jubi saat rapat koordinasi tentang sistem peradilan pidana anak, Jumat (2/12/2016) di Sorong mengatakan upaya membangun shelter sering diajukan. Namun belum ada titik terang.

“Keberadaan shelter atau rumah aman bagi korban kekerasan ini sangat penting. Keberadaan shelter akan sangat membantu mereka yang menjadi korban tindak kekerasan. Para korban akan tinggal di shelter untuk mendapat perlindungan sehingga mendapatkan penanganan,” katanya.

Sementara Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum, Keadilan dan Kebenaran, Loury da Costa mengatakan, pihaknya selama ini memberikan bantuan hukum bagi masyarakat tidak mampu. Pihaknya membawa korban kekerasan ke shelter sementara.

“Yang saya tahu, biasanya untuk sementara akan dibawa ke tempat aman yang disediakan Kantor Badan Pemberdayaan Perempuan,” kata da Costa.

Dirinya tak menyebutkan jumlah korban yang mereka tangani, sebab masih menunggu hingga akhir tahun ini.

Hingga Desember 2016 jumlah kasus kekerasan yang dirilis Badan Pemberdayaan Perempuan Kota Sorong sebanyak 88 kasus KDRT.

“Penyebab kekerasan disebabkan oleh masalah ekonomi dan miras,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Ratusan orang ramaikan pawai Sinterklas di Sorong

Selanjutnya

Dewan Suku Maya Raja Ampat dorong legitimasi peraturan adat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 4656x views
Anim Ha |— Sabtu, 10 Februari 2018 WP | 2758x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2650x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe