TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Terkait situasi Nduga, Ketua DPR: Kami akan surati presiden
  • Jumat, 21 Desember 2018 — 06:08
  • 1257x views

Terkait situasi Nduga, Ketua DPR: Kami akan surati presiden

Silahkan melakukan penegakan hukum terhadap oknum pelaku. Tapi mestinya masyarakat diungsikan dulu dari lokasi yang disasar, agar masyarakat sipil tidak korban
Ketua DPR Papua, Yunus Wonda - Jubi/Arjuna Pademme
Arjuna Pademme
[email protected]
Editor : Angela Flassy
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi , 

Jayapura, Jubi - Ketua DPR Papua, Yunus Wonda menyatakan pihaknya akan berkoodinasi dengan Gubernur Papua untuk menyurati Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), meminta waktu bertemu guna membicarakan terkait kondisi di Kabupaten Nduga kini.

"Kami akan meminta waktu audiensi dengan presiden, bagaimana menarik pasukan dari Nduga agar masyarakat di wilayah itu dapat merayakan Natal bersama keluarganya dengan damai dan sukacita," kata Yunus Wonda, Kamis (20/12/2018).

Pihaknya merasa perlu membicarakan hal itu langsung dengan presiden karena dalam penegakan hukum di Nduga aparat keamanan yang diturunkan berasal dari luar Papua dan berada di bawah kendali pusat. Pangdam dan Kapolda Papua hanya memback up.  

Selain itu kata Yunus Wonda, pihaknya juga akan berupaya membangun komunikasi dengan kelompok bersenjata di Nduga, meminta agar dapat menahan diri. Tidak melakukan kekerasan selama  masa Natal, Desember 2018 an Tahun Baru, Januari 2019.

Atas nama pimpinan DPR Papua, Yunus Wonda menyerukan kepada Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri dan jajarannya dapat menciptakan suasana Natal yang tenang di Papua, khususya di Kabupaten Nduga.

Wonda tak ingin peristiwa empat tahun lalu, 8 Desember 2018, di Paniai terulang. Biarkan masyarakat Nduga yang mengungsi kembali ke rumah mereka berkumpul bersama keluarganya.

"Biarkan kami merayakan Natal dengan damai dan sukacita bersama keluarga kami," ujarnya.

Ia mengatakan, situasi di Nduga kini merupakan rentetan dari terbunuhnya belasan warga sipil awal, pekerja jalan trans Papua, 2 Desember 2018 lalu. Namun untuk saat ini berikan kesempatan kepada masyarakat merayakan Natal dengan damai dan sukacita, karena mereka juga bagian dari negara ini.

"Kami harap semua aparat keamanan yang ada di tanah ini memberikan kedamaian dan sukacaita kepada orang Papua. Setelah Natal dan Tahun Baru, silahkan melakukan penegakan hukum karena itu ranah aparat keamanan. Tapi jangan ada noda pada masa Natal kini dan Tahun Baru. Kami harap semua berhenti bertikai, baik aparat keamanan dengan TPN/OPM," katanya.

Sebagai bentuk prihatin lanjut Wonda, gubernur Papua, DPR Papua, Majelis Rakyat Papua (MRP) dan para stake holder lainnya di Papua dalam rapat tertutup, Rabu (19/12/2018) malam di Gedung Negara, sepakat tidak menggelar open house dalam masa Natal, sebagai bentuk sikap sedang duka terhadap kondisi rakyat di Papua kini.

"Ini duka kedua setelah kasus Paniai. Kami tetap mengutuk tindakan itu (pembunuhan terhadap pekerja jalan trans Papua). Silahkan melakukan penegakan hukum terhadap oknum pelaku. Tapi mestinya masyarakat diungsikan dulu dari lokasi yang disasar, agar masyarakat sipil tidak korban," katanya. (*)

loading...
Loading...

Sebelumnya

DPR Papua sahkan sembilan Raperdasi

Selanjutnya

Tiga korban tewas di Nduga bukan anggota TPNPB

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe