TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Tiga korban tewas di Nduga bukan anggota TPNPB
  • Minggu, 23 Desember 2018 — 13:02
  • 3082x views

Tiga korban tewas di Nduga bukan anggota TPNPB

Jenazah Mianus Lokbere ditemukan oleh masyarakat hanya sekitar 300 meter dari lapangan terbang Mbua - Dok. Jubi
Victor Mambor
[email protected]
Editor :
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Tim evakuasi Pemerintah Kabupaten Nduga yang terdiri dari Wakil Bupati Nduga, Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Nduga, Wakil Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua, Anggota MRP, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di Bidang Kemanusiaan – HAM, Mahasiswa dan Tokoh Intelektual Suku Nduga menyatakan tiga korban tewas yang ditemukan di distrik Mbua bukan anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

“Nikson Umanggen (18), Mentus Nimiangge (18) dan Mianus Lokbere (35) adalah warga sipil di Mbua. Mereka tidak ada hubungannya dengan kelompok Egianus Kogoya. Ini berdasarkan kesaksian keluarga tiga korban itu,” kata Theo Hesegem, pembela HAM di Pegunungan Tengah Papua kepada Jubi, Sabtu (22/12/2018).

Theo yang bersama tim evakuasi berada di Nduga sejak tanggal 13 -17 Desember menambahkan bahwa jenazah Nikson ditemukan oleh keluarganya pada tanggal 13 Desember di bekas kebun dalam keadaan sudah membusuk. Jenazah Nikson lalu dimakamkan di kampung Sombeloma,  Mbua.

Jenazah lainnya yang ditemukan masyarakat adalah Mianus Lokbere. Jenazah Mianus ditemukan pada tanggal 14 Desember didalam rumput-rumput di lokasi bekas kebun masyarakat. Seorang pendeta, lanjut Theo, mengatakan ia melihat korban sedang berada di halaman Gereja Imanuel saat terjadi serangan dari helikopter yang dilakukan oleh pasukan TNI dan Polri.

“Anak itu memang melarikan diri hendak bersembunyi di hutan saat ada tembakan dari heli,” kata Theo mengucapkan apa yang dikatakan pendeta tersebut.

Theo menegaskan bahwa jenazah Nikson maupun Mianus ditemukan oleh warga, bukan oleh pasukan TNI atau Polri yang juga turut serta dalam tim evakuasi pemerintah Kabupaten Nduga ini. Setelah jenazah Mianus ditemukan warga barulah TNI dan Polri datang ke tempat lokasi jenazah ditemukan.

Penegasan Theo ini dibenarkan oleh Ikabus Gwijangge, anggota DPRD Kabupaten Nduga yang ikut juga dalam tim evakuasi.

“Selain itu, kami dan masyarakat yang dapat jenazah Nikson dan Mianus itu tidak melihat tanda-tanda keduanya terlibat dalam TPNPB. Tidak ada senjata atau amunisi di sekitar jenazah keduanya,” kata Ikabus.

Kedua korban ini masih bersekolah di sekolah menengah atas. Nikson duduk di kelas dua SMA sednagkan Mianus di kelas tiga Sekolah Menengah Alkitab.

Pada tanggal 14 Desember tim ini bertemu dengan salah satu korban yang mengalami luka tembak di Distrik Dal. Korban ini bernama Mentus Nimiangge, berusia 21 tahun dan sehari-hari bekerja sebagai aparat kampung. Mentus masih hidup saat bertemu dengan tim evakuasi Kabupaten Nduga ini. Ia tertembak di leher hingga tembus di punggung.

“Mentus bercerita dia sedang ada di salah satu gunung dengan teman-temannya. Kejadiannya tanggal 4 Desember. Saat itu ada helikopter yang lalu lalang di kampungnya. Tidak lama kemudian ada tembakan dari helikopter sehingga mereka berusaha bersembunyi. Namun Mentus terkena tembakan di leher,” ungkap Theo.

Mentus kemudian meninggal pada tanggal 16 Desember saat tim berusaha membawanya ke Wamena untuk mendapatkan pengobatan.

Selain tiga korban tewas ini, ada korban tewas lainnya yang bernama Jarion Kogoya (55). Jarion, lanjut Theo, menurut warga Mbua meninggal karena stroke setelah terkejut mendengar bunyi tembakan di kampungnya.

Pada awal Desember lalu, TPNPB pimpinan Egianus Kogoya menyerang pekerja jalan Trans Papua yang merupakan karyawan PT. Istaka Karya. Serangan yang mengakibatkan 17 orang meninggal ini membuat aparat keamanan yang terdiri dari TNI dan Polri mengejar kelompok Egianus Kogoya sejak proses evakuasi dan pengejaran berlangsung pada tanggal 3 Desember. Sejak tanggal itu pula masyarakat di Distrik Yal, Yigi, Dal dan Mbua melaporkan terjadinya serangan bersenjata ke tempat tinggal masyarakat setempat menggunakan helikopter hingga menyebabkan beberapa warga sipil tewas. (*)

loading...

Sebelumnya

Terkait situasi Nduga, Ketua DPR: Kami akan surati presiden

Selanjutnya

Pemuda Angkasiera; adili polisi pelaku penembakan Welem Mara

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe