TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jawa
  3. Tsunami Banten, jalur transportasi Anyer-Carita putus
  • Minggu, 23 Desember 2018 — 14:06
  • 1089x views

Tsunami Banten, jalur transportasi Anyer-Carita putus

Kemungkinan ratusan wisatawan hilang terseret gelombang dan terhimpit bangunan roboh.
Ilustrasi, pixabay.com
ANTARA
[email protected]
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Pandeglang, Jubi- Jalur transportasi dari Anyer, Kabupaten Serang ke Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten terputus akibat jalan dipenuhi puing reruntuhan resort dan rumah penduduk yang hancur diterjang gelombang tsunami. Para petugas sedang membersihkan puing-puing tersebut agar jalur dapat segera dilewati kendaraan.

“Pembersihan badan jalan dilakukan secara manual oleh petugas gabungan, di antaranya dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang,” tulis laporan kantor berita Antara, Minggu (23/12/2018).

Ketua Badan Penyelamat Wisata Tirta Kabupaten Pandeglang, Ade Arvin, mengharapkan segera ada bantuan alat berat untuk mempercepat proses pembersihan badan jalan.

"Saat ini permbersihan dilakukan dengan secara manual, kita harapkan ada batuan alat berat sehingga bisa lebih cepat," kata Ade Arvin.

Menurut dia, jalan Anyer-Merak merupakan jalan nasional dan menjadi penghubung Kabupaten Serang-Pandeglang. Alat berat di jalur tersebut sangat dibutuhkan untuk proses evakuasi korban tsunami di kawasan pesisir pantai Anyer, Serang hingga Panimbang, Kabupaten Pandeglang.

Camat Panimbang, Kabupaten  Pandeglang, Suhaedi, menyatakan daerahnya yang terdampak tsunami meliputi kawasan Tanjung Lesung, Panimbang yang membutuhkan alat-alat berat karena banyak pohon tumbang dan bangunan yang roboh, termasuk panggung hiburan.

"Kami saat ini sangat membutuhkan bantuan peralatan berat untuk melakukan evakuasi," kata Suhaedi.

Petugas dan relawan kesulitan untuk mengevakuasi di kawasan Tanjung Lesung karena tidak memiliki peralatan berat. Mereka melakukan dengan cara manual, sehingga menghambat proses pertolongan korban gelombang tsunami. Selain itu juga kekurangan kendaraan ambulans karena diduga korban meninggal dunia di kawasan wisata Tanjung Lesung ratusan belum ditemukan.

Tercatat di kawasan tersebut ada karyawan PLN mencapai 420 orang dan Kemenpora 85 orang serta wisatawan umum bersama anggota keluarga.

"Kami yakin korban meninggal dipastikan ratusan karena banyak wisatawan mengunjungi Tanjung Lesung, bahkan menggelar hiburan band seventeen," kata Suhaedi menjelaskan.

Menurut Suhaedi, saat ini petugas dan relawan sudah melakukan evakuasi di kawasan Tanjung Lesung sehubungan membaiknya cuaca di sekitar pesisir Banten Selatan. Kemungkinan menghilangnya ratusan wisatawan itu terseret gelombang juga terhimpit reruntuhan bangunan yang roboh. Bantuan peralatan berat secepatnya untuk memulihkan kembali lokasi bencana alam yang kondisinya rusak berat.

"Kami terus menjalin koordinasi dengan instansi terkait, untuk penanganan pasca bencana tsunami," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Puluhan orang meninggal akibat tsunami di Banten

Selanjutnya

Sebagian besar korban Tsunami di Banten penonton konser

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe