TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Bali NTT
  3. Warga eks Timtim protes pembangunan jalan
  • Senin, 05 Desember 2016 — 13:52
  • 1950x views

Warga eks Timtim protes pembangunan jalan

Warga eks pengungsi Timor Timur yang mendiami pemukiman We Liurai di Desa Kabuna, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur protes terhadap pembangunan jalan dan jembatan di lokasi pemukiman tersebut.
Warga eks Timtim. –tempo.co
ANTARA
[email protected]
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Kupang, Jubi – Warga eks pengungsi Timor Timur yang mendiami pemukiman We Liurai di Desa Kabuna, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur protes terhadap pembangunan jalan dan jembatan di lokasi pemukiman tersebut.

"Kami melihat ada kejanggalan dari pekerjaan jalan dan jembatan yang dilakukan tersebut. Karena itu kami bersurat protes ke Pak Bupati Belu untuk ditindaklanjuti," kata Ketua Perhimpunan Orang Tua Timor Timur Miguel Epifanio Amaral dalam suratnya kepada Antara di Kupang, Senin (5/12/2016).

Menurut dia, dari hasil pantauan dan fakta lapangan menunjukkan bahwa kontraktor telah melakukan kesalahan besar terhadap pembangunan jalan dan jembatan di lokasi pemukiman baru (resetlement) sehingga perlu ditindaklanjuti.

Dia menyebut pekerjaan pengaspalan jalan yang ukurannya satu kaleng aspal seberat satu kilogram hanya untuk satu meter persegi, dibuat kontraktor sepanjang 18 meter per segi. "Tidak ada pemadatan dengan penggilasan yang baik sehingga sudah mulai rusak jalannya," katanya.

Lubang deker untuk pembangunan jembatan, jauh lebih kecil yang tidak seimbang dengan volume air hujan, sehingga dikhawatirkan akan ambruk jika musim hujan tiba. Ia menambahkan saat pelaksanaan proyek, pengawas dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Belu tidak dihadirkan, sehingga memungkinkan kontraktor bisa seenaknya membangun pekerjaan tersebut tidak sesuai bestek dan dan perencanaan.

Menurut dia, jika proyek tersebut tidak segera diperbaiki maka akan membawa bencana bagi warga di daerah itu. Luapan air hujan dengan debit yang tinggi di musim hujan, akan bisa membongkar separoh jembatan dan meluap ke arah pemukiman padat penduduk itu dan tentu akan memberikan dampak kerugian bagi warga. "Kami mencium aroma korupsi dalam pembangunan proyek ini karena tanpa pengawasan, apalagi pekerjaan diduga dilakukan tidak berstandar seperti ini," katanya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

UU tetapkan enam jenis penyu yang dilindungi

Selanjutnya

Bali kerjasama dengan Kumamoto tangani rabies

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat