TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Produksi dan jual minol, dua warga Maluku dipulangkan
  • Minggu, 06 Januari 2019 — 08:49
  • 382x views

Produksi dan jual minol, dua warga Maluku dipulangkan

Itu juga merupakan hasil keputusan bersama Ketua Ikatan Keluarga Maluku (Ikemal) bersama sub-sub suku Maluku se Pegunungan Tengah Papua
Baku Dapa di 2019, Katong Baku Jaga warga Maluku se Pegunungan Tengah Papua di salah satu hotel di Wamena, Sabtu (5/1/2019)-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Wamena, Jubi - Dua orang warga Maluku di Wamena harus dipulangkan ke daerah asalnya, karena kedapatan memproduksi dan menjual minuman beralkohol jenis Cap Tikus (CT).

Ini merupakan hasil sweeping gabungan di wilayah Wamena dan sekitarnya beberapa hari belakangan ini.

Hal itu juga merupakan hasil keputusan bersama Ketua Ikatan Keluarga Maluku (Ikemal) bersama sub-sub suku Maluku se Pegunungan Tengah Papua, dalam kegiatan “Baku Dapa di 2019, Katong Baku Jaga” di salah satu hotel di Wamena, Sabtu (5/1/2019).

Ketua Ikemal se Pegunungan Tengah Papua, Christian Sohilait mengatakan, hal ini diambil sebagai beban moril masyarakat Maluku setelah salah satu warganya kedapatan menjual minuman beralkohol.

“Saya sempat dipanggil oleh Bupati Jayawijaya setelah warga kami itu ditangkap, dan kami seluruh pengurus Ikemal dan sub-sub suku yang ada sepakat kedua oknum ini akan dipulangkan dalam waktu dekat ini,” katanya.

Di momentum “Baku Dapa di 2019” , ia juga meminta seluruh warga Maluku di Pegunungan Tengah itu, agar sepakat menjauhi minuman beralkohol, judi, Narkoba dan menghindari kelakuan yang dapat melanggar hukum.

Kejahatan tidak akan ada kompromi, makanya saya tegaskan jika ada masyarakat Maluku yang membuat prestasi, maka saya orang pertama yang memberikan support, tetapi kalau ada yang buat tindakan kejahatan, saya juga orang pertama yang akan memberikan pelajaran dan tidak akan ada perlindungan apapun,” kata Sohilait.

Selain itu, ia juga berharap bagi warga Maluku yang baru datang dapat melapor diri ke pengurus Ikemal dan sepakat menjauhi minuman beralkohol dan juga narkoba maupun perjudian.

Kepala sub suku Maluku Tenggara, Pendeta M. Luthur, S.Th mengatakan, seluruh warga Maluku dapat turut mendukung Jayawijaya ini menjadi daerah yang damai, bebas dari segala hal kejahatan. Karena itu janganlah justru menjadi jiwa yang mabuk-mabukan.

“Sebagai kepala sub suku dan juga pendeta, saya tidak inginkan di antara kita ada yang mencoba bermain melawan hukum, tetap harus menjaga kebersamaan dalam persekutuan warga yang terjalin selama ini,” kata Pendeta M. Luthur.

Pengurus sub suku Maluku Tengah, Yoppy Hursepuny juga menekankan agar apa yang terjadi kepada dua warga yang kedapatan ini, tidak terulang lagi terhadap warga lainnya.

Makanya perlu kita saling mengingatkan sesama warga, berusaha untuk menghindari diri dari tindakan atau kegiatan yang sesungguhnya tidak sesuai harapan, ujar dia. (*)

loading...

Sebelumnya

Pengungkapan pembunuhan pendeta di Wamena, bisa buka pintu kasus lain

Selanjutnya

Ini kata orang Wamena terkait bagasi tidak gratis Wings Air - Lion Air

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe