Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Percaya diri berlebihan, penyebab kecelakaan pesawat di Papua
  • Selasa, 06 Desember 2016 — 09:44
  • 1136x views

Percaya diri berlebihan, penyebab kecelakaan pesawat di Papua

“Faktor percaya diri berlebihan dinillai menjadi salah satu penyebabnya. Karena terlalu percaya diri sehingga melakukan manuver yang berbahaya, yang semestinya secara buku manual dari aspek keselamatan tak boleh dilakukan," Menteri Budi melalui siaran persnya, Senin (5/12/2016).
Pesawat milik Assosiated Missionaris Aviation (AMA) yang jatuh di Distrik Lolat, Yahukimo pada bulan Juni lalu - Dok. Jubi
Kyoshi Rasiey
redaksionline@tabloidjubi.com
Editor :

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan faktor percaya diri berlebihan awak pesawat terbang adalah satu dari sekian factor yang seringkali menyebabkan kecelakaan pesawat di Papua.

“Faktor percaya diri berlebihan dinillai menjadi salah satu penyebabnya. Karena terlalu percaya diri sehingga melakukan manuver yang berbahaya, yang semestinya secara buku manual dari aspek keselamatan tak boleh dilakukan," Menteri Budi melalui siaran persnya, Senin (5/12/2016).

Untuk itu, pemerintah, menurut Menteri Budi, akan segera melakukan konsolidasi 'facts and findings'-nya (fakta dan temuan) apa. Kemudian diidentifikasi dan ada dua hal yang harus dilakukan, pertama memperbaiki alat navigasi, kedua meningkatkan disiplin.

"Saya tugaskan Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Pak Muzaffar untuk intensif setiap minggu ke sana (Papua) melakukan sosialisasi," katanya lagi.

Kementerian Perhubungan, lanjutnya akan menyusun aturan khusus untuk penerbangan di Papua mengingat kondisi serta kebutuhan yang berbeda akan moda transportasi udara tersebut dibandingkan di daerah lain.

Sementara itu, berkaitan dengan sumberdaya manusia di sektor penerbangan ini, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan di Jakarta, Senin (5/12/2016) mengatakan Indonesia diperkirakan membutuhkan sebanyak 12 hingga 15 ribu tenaga ahli di bidang perawatan dan perbaikan pesawat atau maintenance, repair, and overhaul (MRO). hingga 15 tahun ke depan.

“Saat ini, sekolah-sekolah teknisi penerbangan di Indonesia hanya menghasilkan 200 tenaga ahli per tahun, sedangkan kebutuhannya mencapai 1.000 orang per tahun,” ungkapnya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Gerakan Papua Merdeka sampaikan solidaritas untuk Indian Sioux

Selanjutnya

Generasi muda, ‘motor’ meluasnya Self Determintation West Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua