PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Meepago
  3. Perindagkop minta fokuskan pengembangan kopi Dogiyai
  • Selasa, 06 Desember 2016 — 13:50
  • 1186x views

Perindagkop minta fokuskan pengembangan kopi Dogiyai

“Dana Otsus yang dialokasikan ke kami programnya telah bersentuhan 100% dengan masyarakat. terutama pengembangan kopi sebagai komoditi unggulan Dogiyai (Kamuu dan Mapiha). Jadi, tidak ada cerita (hanya) bagi-bagi uang saja,” jelas Andrias Gobay
Anak-anak SMP di Dogiyai memegang biji kopi Dogiyai – Jubi/IST
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Zely Ariane

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Dogiyai menyatakan bahwa dana Otonomi Khusus (Otsus) yang dialokasikan ke instansi tersebut telah 100% bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat, terutama di bidang pengembangan kopi di daerah itu.

Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Dogiyai, Andrias Gobay mengatakan program pengembangan kopi memang menjadi komoditi unggulan Dogiyai. Sehingga ia meminta kepada instansi terkait agar program pengembangan kopi menjadi prioritas tiap tahun.

“Dana Otsus yang dialokasikan ke kami programnya telah bersentuhan 100% dengan masyarakat. terutama pengembangan kopi sebagai komoditi unggulan Dogiyai (Kamuu dan Mapiha). Jadi, tidak ada cerita (hanya) bagi-bagi uang saja,” jelas Andrias Gobay kepada Jubi per telepon, Senin, (5/11/2016).

Fokus pengembangan kopi

Gobay berharap kepada SKPD lain seperti Badan Penyuluhan, Dinas Perkebunan dan Pertanian, dan Badan Pemberdayaan Masyarakat & Pemerintahan Kampung (BPMPK), agar mengarahkan fokus kerjanya ke pengembangan kopi agar bersinergi dengan apa yang dilakukannya.

“Saya berharap Bappeda serius memandu kami (SKPD bidang Ekonomi) dengan baik,” kata dia.

Pengembangan kopi diharapkan bisa menjadi prioritas semua SKPD dan lintas sektor, termasuk Dinas Pendidikan. “Untuk Dinas Pendidikan sebaiknya segera buat Juknis atau acuan mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok) sekolah terkait (pengetahuan) kopi,” ujar Andrias.

Hal itu didukung oleh Pelatih Kopi Dogiyai, Hanok Herison Pigai yang menegaskan bahwa kopi tidak sekadar komoditi yang menambah pendapatan, namun sudah menjadi ilmu, bahkan memiliki kurikulum tersendiri.  

Menurut dia, sewaktu penyusunan kurikulum seluruh Papua, pihaknya terlibat langsung mewakili Kabupaten Dogiyai.

“Kopi kini sudah menjadi ilmu bagi para siswa. Sehingga tidak ada alasan bagi Dinas Pendidikan untuk menunda. Kami harap budidaya kopi agar menjadi pelajaran Mulok (muatan lokal),”  ungkap Hanok.

Terkait kualitas dan cita rasa Kopi Dogiyaim Perindakop Dogiyai mengaku sudah diakui Menteri Perdagangan. Namun kualitas pengolahan memang masih perlu ditingkatkan.

“Saya bersama jajaran, kami terus bekerja untuk yakinkan ke SKPD lain termasuk ke petani agar mulai dari bibit kopi sampai ke gelas kopi diolah dengan baik sesuai tupoksi,” cetusnya.

Di tahun 2017 mendatang Perindakop membutuhkan dana Rp. 15 Miliar untuk menunjang program kerjanya. “Kami berharap dukungan program kerja dari Pemerintah Propinsi Papua dan Kementerian atau lembaga terkait di Pusat,” ujarnya.(*)

Sebelumnya

Kandidat Pilkada Intan Jaya diminta siap menang dan kalah

Selanjutnya

PTUN kabulkan gugatan pasangan Mauw terkait sengketa PKPI

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua