Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Dunia
  3. Berlutut, ratusan veteran AS mohon maaf pada masyarakat asli Suku Sioux
  • Selasa, 06 Desember 2016 — 14:58
  • 1887x views

Berlutut, ratusan veteran AS mohon maaf pada masyarakat asli Suku Sioux

Para veteran itu berkumpul dan bergabung bersama protes Dakota Pipeline membuat tercengang semua anggota komunitas suku saat mereka tanpa aba-aba berlutut dan memohon maaf.
Veteran militer AS berlutut di hadapan tua adat suku Sioux Standing Rock – dailykos.com
Zely Ariane
zely.ariane@tabloidjubi.com
Editor :

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Atas nama militer Amerika Serikat, ratusan veteran dari seluruh AS, dipimpin Wesley Clark Jr. berlutut dan memohon maaf atas kejahatan yang dilakukan terhadap masyarakat asli di negeri itu.

Selasa (6/12/2016) waktu setempat dalam sebuah peringatan yang penuh keharuan, dipimpin oleh tetua-tetua  adat komunitas Suku Sioux Standing Rock, Arvol Looking Horse, Faith Spotted Eagle, Leonard Crow Dog, Phyllis Young, Ivan Looking Horse, para veteran tersebut dimaafkan atas tindakan mereka mendehumanisasi (menghancurkan kemanusiaan) masyarakat asli di Amerika.

“Satu langkah menuju solidaritas telah dikerjakan, kami berdiri sejajar dan bersatu mempertahankan hak-hak masyarakat asli dan Ibu Bumi (Mother Earth). Perjalanan solidaritas kami baru saja dimulai,” demikian dikutip dari laman facebook fans Standing Rock Rising, Selasa (6/12).

Jon Eagle Sr., Tribal Historic Preservation Officer Suku Sioux Standing Rock, mengatakan hal yang sama sekali tak disangka-sangka terjadi di Standing Rock Reservation hari ini. Para veteran itu berkumpul dan bergabung bersama protes Dakota Pipeline membuat tercengang semua anggota komunitas suku saat mereka tanpa aba-aba berlutut dan memohon maaf.

Artis dan pemusik, Tina Malia, seperti dilansir dailykos.com juga turut menyaksikan dan tercengang atas peristiwa yang membuat haru semua orang itu. Dia mengatakan bahwa tak satupun manusia di tempat itu yang tak berurai air mata.

Pada kesempatan itu tetua adat, Indigenous Veterans Council, Veterans Stand for Standing Rock, menyatakan sikap bersama menyusul keberhasilan perjuangan panjang menghentikan proyek pipa minyak Noth Dakota yang melewati tempat-tempat suci dan leluhur Suku Sioux.

“Di hari pemaafan ini, bukan waktunya kita beraksi di Fireheart Creek atau jembatan Backwater Bridge. Ini waktunya kita berbagi cerita, di sini bersama-sama keluarga... anak-anak muda yang memulai gerakan ini dan orang-orang tua yang mendukungnya sudah menginstruksikan kita agar tidak melakukan aksi di jembatan itu sebagai bagian dari mobilisasi Veteran di atas tanah perjanjian 1851 ini. Kami minta kalian hortmati keputusan ini,” demikian pernyataan tersebut.

Mereka juga meminta para pemrotes pulang, “Kami tidak mau lebih banyak lagi orang yang terkena hypothermia (demam tinggi akibat kedinginan).”

Baca juga Perempuan ini beraksi sendiri, tolak jaringan pipa minyak North Dakota

Baca juga Suku Maori gelar aksi solidaritas dukung suku Sioux di Amerika

Baca juga Gerakan Papua Merdeka sampaikan solidaritas untuk Indian Sioux

Sebelumnya seperti dilansir The Guardian (5/12), Army Corps of Engineers memutuskan tidak memberi ijin pada Dakota Access pipeline untuk melakukan pengeboran di sungai Missouri.

Ini merupakan kemenangan bagi suku Sioux Standing Rock setelah berbulan-bulan perjuangan dan kampanye melawan jalur pipa tersebut.

Asisten sekretaris untuk kerja-kerja pembangunan, Jo-Ellen Darcy mengumumkan keputusan itu Minggu, dengan pertimbangan “perlu mengeksplorasi rute alternatif”.(*)

loading...

Sebelumnya

57 tahun pimpin Revolusi Kuba, Fidel Castro tutup usia

Selanjutnya

PBB puji catatan HAM Bolivia dan Evo Morales

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe