close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Aksi anti-pemerintah Kongo berubah rusuh, 17 orang tewas
  • Rabu, 21 September 2016 — 12:53
  • 416x views

Aksi anti-pemerintah Kongo berubah rusuh, 17 orang tewas

Presiden partai oposisi Pasukan Reformis untuk Kesatuan dan Solidaritas (FONUS) Joseph Olenga Nkoy mengatakan 53 orang tewas dalam bentrokan itu sementara seorang petugas HAM setempat mengatakan 25 pengunjuk rasa tertembak.
Bentrok di Kinshasa, Kongo (19/9), setidaknya 17 tewas - theguardian.com
ANTARA
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Kinshasa, Jubi - Polisi Kongo, Senin (19/9/2016), terlibat bentrok dengan pengunjuk rasa yang menentang Presiden Joseph Kabila yang dikatakan ingin memperpanjang mandatnya, dan menewaskan setidaknya 17 orang serta menimbulkan ancaman sanksi lebih jauh dari Amerika Serikat.

Aksi protes yang diikuti ribuan orang itu, dilakukan di tengah meningkatnya tekanan lokal maupun internasional agar Kabila turun setelah masa jabatannya berakhir pada Desember.

Pihak oposisi menudingnya berencana memperpanjang masa jabatan di negara Afrika tengah penghasil tembaga itu, dengan menunda pemilihan umum yang seharusnya digelar pada November hingga tahun depan. Namun para pendukungnya membantah tudingan ini.

"Korban tewas yang menyedihkan akibat aksi brutal dan keji ini ada 17 orang, tiga diantaranya personel polisi," kata Menteri Dalam Negeri Evariste Boshab yang mengutuk aksi tersebut sebagai "penggunaan kekerasan untuk memicu kerusuhan dan ketidaktertiban."

Sekjen PBB Ban Ki-moon membenarkan jatuhnya korban tewas dan mendesak pasukan keamanan nasional Kongo untuk menahan diri.

Presiden partai oposisi Pasukan Reformis untuk Kesatuan dan Solidaritas (FONUS) Joseph Olenga Nkoy mengatakan 53 orang tewas dalam bentrokan itu sementara seorang petugas HAM setempat mengatakan 25 pengunjuk rasa tertembak.

Sebelumnya pada Senin, saksi Reuters menyaksikan massa membakar mayat seorang petugas polisi di Limete, pinggir kota Kinshasa, dalam aksi balas dendam atas penembakan polisi.

Massa yang marah membakar kantor-kantor politisi yang setia pada Kabila dan menghancurkan poster-poster raksasa presiden, sembari berteriak dalam bahasa Prancis: "Sudah berakhir untukmu" dan "Kami tidak menginginkanmu".

Kelompok hak asasi manusia melaporkan terjadinya puluhan penahanan pengunjuk rasa dan wartawan di ibukota maupun di Goma dan Kisangani, dimana unjuk rasa anti pemerintah juga terjadi.(*)

loading...

Sebelumnya

Perubahan Iklim Mengancam Militer AS

Selanjutnya

Pertanian berkelanjutan akan hapus kelaparan dan kemiskinan di Afrika

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4952x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4348x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 4107x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2549x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe