Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Investor Jepang tuntut pemerintah Mariana Utara
  • Selasa, 06 Desember 2016 — 16:32
  • 628x views

Investor Jepang tuntut pemerintah Mariana Utara

Seorang investor asal Jepang melayangkan gugatan secara hukum kepada Letnan Gubernur Mariana Utara, Victor Hocog dengan tuduhan tidak membayar utang sebesar 3,4 juta dolar AS. Utang itu terkait dengan pengadaan kapal kargo M/V Luta yang sempat menjadi kontroversi.
Bendera Mariana Utara. –RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Mariana Utara, Jubi – Seorang investor asal Jepang melayangkan gugatan secara hukum kepada Letnan Gubernur Mariana Utara, Victor Hocog dengan tuduhan tidak membayar utang sebesar 3,4 juta dolar AS. Utang itu terkait dengan pengadaan kapal kargo M/V Luta yang sempat menjadi kontroversi.

Investor Jepang bernama Takahisa Yamamoto itu melayangkan gugatan hukumnya melalui pengadilan federal pekan lalu dengan Hocog dan rekan-rekannya sebagai pihak terlapor karena menolak membayar utangnya.

Ia mengatakan, pada saat penanaman modal berlangsung, ia berkali-kali diyakinkan oleh pejabat dan birokrat di Rota untuk menanamkan modalnya dalam pengadaan kapal kargo M/V Luta. Para pejabat ini dengan memanfaatkan jabatan politiknya menjanjikan keuntungan besar bagi Takahisa jika menanamkan modalnya.

Namun, rupanya janji itu tidak kunjung terpenuhi. Selain untung yang tidak datang, modal Takahisa pun tak kunjung kembali. Oleh karena itu, Takahisa segera melayangkan gugatan melalui pengadilan federal dengan tuduhan penyalahgunaan kontrak, penipuan dan pembagian untung yang tidak adil.

Kapal kargo M/V Luta terus menerus dirundung masalah. Beberapa waktu lalu, kapten dan kru kapal kargo tersebut melayangkan komplain karena gaji mereka tidak dibayarkan selama beberapa bulan. (*)

loading...

Sebelumnya

Utusan khusus PBB selidiki rasisme di Fiji

Selanjutnya

Vietnam disudutkan banyak negara karena illegal fishing

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 9458x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6372x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 6013x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4550x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe