Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Lagi, PT. Bosowa didesak angkat kaki dari Yahukimo
  • Rabu, 07 Desember 2016 — 07:03
  • 2293x views

Lagi, PT. Bosowa didesak angkat kaki dari Yahukimo

“PT Bosowa datang dan masuk di wilayah keramat kami hanya keruk sumber daya alam dan menghambisi sumber daya manusia secara perlahan. Maka, kami minta dengan tegas dia (PT. Bosowa) harus angkat kaki dari sekarang. Kami sangat tidak membutuhkan itu,” ungkap Donias Salla didampangi beberapa rekannya ketika bertandang ke redaksi Jubi, Selasa, (6/12/2016).
Solidaritas mahasiswa suku Una-Ukam, Kimyal dan Kobkaga ketika bertandang ke redaksi Jubi, Selasa, (6/12/2016) – Jubi/Abeth You
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Mahasiswa Yahukimo yang tergabung dalam Solidaritas suku Una-Ukam, Kimyal dan Kobkaga meminta dengan tegas kepada PT. Bosowa yang telah masuk di tiga distrik yang didiami tiga suku tersebut agar segera angkat kaki alias keluar dari wilayah itu.

Menurut Donias Salla, mahasiswa perwakilan suku Kimyal, kehadiran PT Bosowa dalam yang ingin menambang emas di wilayah tiga suku tersebut secara tidak langsung akan membunuh penduduk setempat.

“PT Bosowa datang dan masuk di wilayah keramat kami hanya keruk sumber daya alam dan menghambisi sumber daya manusia secara perlahan. Maka, kami minta dengan tegas dia (PT. Bosowa) harus angkat kaki dari sekarang. Kami sangat tidak membutuhkan itu,” ungkap Donias Salla didampangi beberapa rekannya ketika bertandang ke redaksi Jubi, Selasa, (6/12/2016).

Baca Pemilik ulayat khawatir PT Bosowa keruk emas di Yahukimo

Dikatakan Donias, pihaknya tidak mengetahui apa maksud terselubung PT. Bososwa dalam upaya eksplorasi emas di wilayah masyarakat adat tersebut.

Atius Inup, perwakilan dari suku Kobkaga mempertanyakan Pemerintah Daerah yang mendatangkan perusahaan dari luar, sebab selama ini warga setempat melakukan pendulangan secara tradisional.

“Ini tandanya awal kehancuran bagi orang tua dan keluarga kami di sana. Kami minta segera hentikan dan kembalikan PT Bosowa ke tempat asalnya. Kami sangat tidak memmbutuhkan perusahaan ini,” jelas Atius.

Baca Gandeng PT Bosowa, IKWA hendak kelola tambang emas di Yahukimo

Hal yang sama dikatakan Yohanes Aiya dari Una-Ukam, pihaknya khawatir jika perusahaan ini beroperasi akan mengakibatkan masalah besar antar dua kabupaten yang saling berbagai wilayah adat (Yahukimo dan Pegunungan Bintang), konflik horizontal antara sesama warga dan penyakit sosial lainnya, seperti perjudian (togel, dadu) dan minuman beralkohol (Minol).

“Kami ini pemilik hak ulayat, kami yang punya hak untuk izinkan PT. Bosowa masuk atau tidak. Bukan pemerintah. Jadi, kami bilang tidak boleh beroperasi dan tinggalkan daerah kami,” kata Aiya.

Sebelumnya, Anggota DPRD Yahukimo daerah pemilihan 4, perwakilan masyarakat Una-Ukam, Ishak Kipka, bahkan mempertanyakan maksud kedatangan perusahaan tersebut.

“Ada apa dibalik itu? Sebab saya tahu di sana (Distrik Langda) ada kandungan emas. Selama ini masyarakat mendulang dengan memakai alat-alat tradisional dan sederhana yang menghidupkan keluarga,” kata Ishak. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

‘Klinik’ pengembangan Koperasi dan UMK hadir di Kabupaten Jayawijaya

Selanjutnya

Bupati Yalimo meninggal dunia

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe