Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Masyarakat janji jaga cagar alam Cycloop
  • Kamis, 08 Desember 2016 — 06:26
  • 917x views

Masyarakat janji jaga cagar alam Cycloop

“Kami dikasih tahu untuk tetap menjaga lingkungan kami, tidak boleh menebang pohon sembarang, bikin kebun di lereng gunung, karena banjir itu datang kami semua tidak tahu,” ujar Didimus.
Masyarakat di kaki gunung cycloop yang mengikuti gladi simulasi banjir bandang pekan lalu – Dok Pemkab Jayapura
Yance Wenda
Editor : Angela Flassy

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Sentani, Jubi - Warga kampung Toladan Distrik Sentani Kabupaten Jayapura berterima kasih atas pengetahuan yang diterimanya saat simulasi banjir badang pekan lalu. Warga berjanji akan menjaga lingkungan cagar alam Cycloop guna mencegah banjir bandang yang pernah terjadi pada 2007 lalu.

“Mereka buat simulasi banjir. Masyarakat memang belum tahu sama sekali dan hanya lihat di  media TV. Sekarang baru kami tahu apa arti penting dari simulasi ini,” kata Ketua rukun warga kampung Toladan, Didimus Irap sat ditemui Jubi, Rabu (7/12/2016).

Didimus mengatakan Dimana dinas terkait datang dan mengingatkan kepada masyarakat di sekitar kami gunung Cycloop tetap menjaga.

“Kami dikasih tahu untuk tetap menjaga lingkungan kami, tidak boleh menebang pohon sembarang, bikin kebun di lereng gunung, karena banjir itu datang kami semua tidak tahu,” ujar Didimus.

Didimus mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura memberi pengetahuan warganya tentang apa yang harus dilakukan saat banjir bandang, seperti yang terjadi pada 1997 dan 2007 lalu. Apalagi siklus 10 tahunnya akan terjadi pada tahun 2017 nanti.

Saat itu hujan besar cuma setengah hari, tapi banjir besar di Kota Sentani.

“Sekarang inikan hujannya datang terus-terus, sehingga bencana besar bisa saja terjadi,” katanya.

Warga Kampung Toladan lainnya, Oktovianus Taime mengatakan selain simulasi banjir bandang, Pemkab Jayapura sebaiknya juga membenahi infrastruktur drainase di kabupaten itu.

“Pemkab harus membenahi gorong-gorong dan aliran air itu sebaiknya diluruskan. Hal ituyang belum dilakukan sampai sekarang,” ujarnya.

Sebelumnya, BPBD Kabupaten Jayapura bersama TNI, Polri, SKPD terkait, Basarnas, LSM,Organisasi Kemasyarakatan dan masyarakat menggelar simulasi banjir bandang yang berlangsung di Toladan Kota Sentani Kabupaten Jayapura pada hari, Selasa (29/2016) pekan lalu.

Kepala Pelaksanaan (Kalak) BPBD Kabupaten Jayapura, Sumartono mengatakan, gladi atau stimulasi penanggulangan bencana banjir bandang merupakan konsep kerjasama pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir bandang tersebut.

“Kami mempersiapkan pertolongan dan evakuasi korban banjir. Kesiapan ini jadi maksimal dan gladi lapang banjir ini adalah kelanjutan dan tahapan-tahapan yang telah kita lakukan,” jelasnya.(*)

loading...

Sebelumnya

Warga Dosay keluhkan lamanya pelayanan laboratorium

Selanjutnya

Pembangunan jalan menuju KEK difokuskan usai pilkada

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe