Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Berita Papua
  3. Mahasiswa Papua Jabar: Jangan terprovokasi pembubaran KKR di Bandung
  • Kamis, 08 Desember 2016 — 11:38
  • 1303x views

Mahasiswa Papua Jabar: Jangan terprovokasi pembubaran KKR di Bandung

“Saat beberapa dari ormas Islam masuk memaksa kita untuk berhenti dari kegiatan KKR dan kami hadirin diminta pulang meninggalkan tempat kegiatan, para polisi yang menjaga keamanan saat itu tampak tidak menahan massa tetapi hanya diam saja di tempat,” ujar Magai di dalam rilisnya yang diterima Redaksi Jubi Rabu (7/12).
Saat kegiatan KKR yang dipimpin oleh Pdt. DR. Stephen Tong di Gedung Sabuga, Kota Bandung dipaksa berhenti – Jubi/Jesaya Christian Waromi
Zely Ariane
zely.ariane@tabloidjubi.com
Editor :

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Sekretaris Jenderal  Ikatan Mahasiswa Se-Tanah Papua Jawa Barat (IMASEPA JABAR) meminta mahasiswa Papua tidak terprovokasi dengan pembubaran ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) oleh sekitar 300 orang dari kelompok ormas Islam tertentu, Selasa (6/12) lalu di Gedung Sasana Budaya Ganesha (sabuga) Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung Jawa Barat.

Dilansir CNN Indonesia Kamis, (8/12/2016) acara KKR Selasa yang dipimpin oleh Pdt. DR. Stephen Tong itu berlangsung tenang hingga pukul 19.00 waktu setempat, hingga sekitar 300 orang yang menyebut diri berasal dari organisasi masyarakat Pembela Ahlus Sunnah (PAS) dan Dewan Dakwah Indonesia melakukan protes.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sebelumnya melalui akun media sosial Facebook dan Twitter resmi miliknya, menyesalkan aksi pembubaran tersebut. "Pemkot Bandung memohon maaf atas ketidaknyamanan dan semoga di masa depan koordinasi kegiatan ini bisa dilakukan dengan lebih baik oleh semua pihak," kata Ridwan.

Atas peristiwa tersebut, Sekretaris Jenderal  IMASEPA JABAR, Leonardus O.Magai mengimbau kepada mahasiswa Kristen di Papua untuk tetap kepala dingin menyikapi hal tersebut, demi menjaga kerukunan diantara umat beragama.

“Saat beberapa dari ormas Islam masuk memaksa kita untuk berhenti dari kegiatan KKR dan kami hadirin diminta pulang meninggalkan tempat kegiatan, para polisi yang menjaga keamanan saat itu tampak tidak menahan massa tetapi hanya diam saja di tempat,” ujar Magai di dalam rilisnya yang diterima Redaksi Jubi Rabu (7/12).

Magai menilai ada indikasi ‘konspirasi’ hingga menciptakan kericuhan antar umat beragama. “Maka dari itu, saya meminta kepada kawan-kawan mahasiswa (Papua) agar tidak terprovokasi dengan kejadian ini,” tegasnya.

Menurut dia, pemerintah dan pemerintah daerah sebaiknya membuat suatu peraturan terkait tempat Ibadah di tempat umum dan terbuka, melihat kapasitas dan skala kegiatan keagamaannya.

“Karena baik agama Kristen maupun Agama Islam sama-sama memiliki kegiatan regional, nasional, dan internasional sehingga kapasitas ruangan gereja dan masjid tidak mencukupi, dengan demikian satu-satunya alternatif adalah dengan menggunakan tempat umum atau tempat terbuka guna menjalankan Ibadah KKR dan pengajian,” ujarnya.

Terpisah, polisi membenarkan panitia penyelenggara ibadah KKR Natal di Sabuga itu sudah mengantongi izin dari kepolisian. Namun menurut Kepala Bidang Humas Polda Jabar Komisaris Besar Yusri Yunus, syarat administrasi dari Pemerintah Kota Bandung yang harusnya dikeluarkan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), belum dimiliki.

"Ada prosedur kelengkapan pemberitahuan yang seharusnya dikeluarkan oleh pemerintah kota dalam hal ini Kesbangpol," kata Yusri dilansir CNN Indonesia.(*)

Sebelumnya

Masyarakat janji jaga cagar alam Cycloop

Selanjutnya

CEO Freeport : Pembangunan smelter di Indonesia sangat tidak ekonomis

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe