Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Dunia
  3. PBB puji catatan HAM Bolivia dan Evo Morales
  • Kamis, 08 Desember 2016 — 14:01
  • 1269x views

PBB puji catatan HAM Bolivia dan Evo Morales

Bolivia adalah salah satu dari sedikit negara yang meratifikasi seluruh instrumen internasional sistem HAM universal serta protokol opsionalnya, ujar Ricicot.
Evo Morales (kiri) Presiden Bolivia - IST
Editor : Zely Ariane

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi – PBB memuji pemerintahan Evo Morales yang membuka kembali investigasi atas kejahatan yang dilakukan negara selama masa kediktatoran.

Komisioner Tinggi HAM PBB, Denis Racicot mengakui bahwa upaya pemerintah Bolivia mematuhi hukum humanitarian internasional, berkontradiksi dengan klaim yang berulangkali dinyatakan oleh AS terhadap negeri sosialis itu.

Bolivia adalah salah satu dari sedikit negara yang meratifikasi seluruh instrumen internasional sistem HAM universal serta protokol opsionalnya, ujar Ricicot.

Menurut Komisioner Tinggi itu, sebelum Presiden Evo Morales dilantik sebagai presiden di tahun 2006, negara itu memiliki catatan buruk terkait Hak Azasi Manusia.

Ia juga memuji hasil kerja yang dilakukan oleh tim inter-kementerian yang dibentuk oleh Kementerian Keadilan, Kejaksaan Agung dan Kementerian Luar Negeri atas pendirian Sistem Plurinasional untuk Pengawasan dan Statistik rekomendasi hak-hak azasi manusia.

“Ini menunjukkan komitmen besar Negara, dengan perlindungan dan promosi hak azasi manusia serta pentingnya posisi internasional yang diemban pemerintahan Bolivia di kawasan ini,” ujarnya.

Menteri luar negeri, David Choquehuanca, mengatakan bahwa Sistem Pengawasan dan Statistik Plurinasional merupakan alat ‘pencarian’ dan rekomendasi yang tersedia untuk semua rakyat.

“Secara berkala kami sudah menerima rekomendasi dan semua isu ini harus transparan dan mudah diakses oleh rakyat. Warga seringkali tidak tahu bagaimana mempertahankan hak azasi mereka dan ini merupakan alat yang tepat,” ujarnya.

Bolivia berbasis pada sistem Plurinasional, yakni negeri yang terdiri lebih dari dua bangsa yang berdiri atas dasar beragam komunitas politik.(*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Berlutut, ratusan veteran AS mohon maaf pada masyarakat asli Suku Sioux

Selanjutnya

Israel melegalisasi perampasan Tanah Palestina

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe