Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ibukota
  3. Panitera pengadilan divonis tujuh tahun penjara
  • Kamis, 08 Desember 2016 — 16:29
  • 1969x views

Panitera pengadilan divonis tujuh tahun penjara

Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rohadi divonis tujuh tahun penjara ditambah denda Rp300 juta subsider tiga bulan kurungan oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (8/12/2016).
Ilustrasi. Panitera pengadilan Negeri Jakarta Utara divonis tujuh tahun penjara. –tempo.co​​​​​​​
ANTARA
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jakarta, Jubi – Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rohadi divonis tujuh tahun penjara ditambah denda Rp300 juta subsider tiga bulan kurungan oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (8/12/2016).

Ketua majelis hakim Sumpeno menyatakan Rohadi dinilai terbukti menerima suap sebesar Rp300 juta dari pengacara untuk mengurus kasus asusila Saipul Jamil. Vonis itu lebih rendah dibandingkan tuntutan jaksa penuntut KPK yang meminta agar Rohadi divonis 10 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider lima bulan kurungan.

Terdapat sejumlah hal yang memberatkan dalam vonis yang diputuskan oleh majelis hakim yang terdiri atas Sumpeno, Jhon Halasan Butarbutar, Frankie Tumbuun, Ansyori Syafuddin, dan M Idris M Amin itu. "Hal yang memberatkan, terdakwa mencederai amanat yang diberikan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi," kata anggota majelis hakim M Idris M Amin.

Dalam dakwaan pertama, hakim menilai Rohadi terbukti menerima Rp50 juta karena sudah memberikan akses kepada pengacara perkara Saipul Jamil, yaitu Berthanatalia Ruruk Kariman, terkait penyusunan majelis hakim yang mengadili perkara penyanyi dangdut itu.

Rohadi memberitahukan majelis hakim yang telah ditunjuk adalah Ifa Sudewi selaku ketua majelis dan diakui sebagai pengaturan majelis hakim, balasannya Bertha memberikan uang Rp50 juta kepada Rohadi pada April 2016 di area parkir PN Jakarta Utara. Uang itu berasal dari abang Saipul Jamil, yaitu Samsul Hidayatullah.

Selanjutnya pada perbuatan kedua, Rohadi juga dinilai terbukti menerima Rp250 juta dari Berthanatalia Ruruk Kariman dan Samsul Hidayatullah dengan tujuan memengaruhi putusan perkara atas nama Saipul Jamil untuk dapat menjatuhkan putusan yang seringan-ringannya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pemerintah targetkan jumlah pemilik rekening bank 76 persen

Selanjutnya

Polri cari puing pesawat hingga hari ke-10

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe