Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Bali & Nusa Tenggara
  3. Produksi kedelai Mataram tertinggi nasional
  • Kamis, 08 Desember 2016 — 18:13
  • 1745x views

Produksi kedelai Mataram tertinggi nasional

Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mencatat tingkat produksi kedelai di kota itu tertinggi secara nasional.
Ilustrasi. Petani memanen kacang kedelai. –tempo.co
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Lina Nursanty

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Mataram, Jubi – Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mencatat tingkat produksi kedelai di kota itu tertinggi secara nasional. "Hampir setiap tahun, produksi kedelai petani di Kota Mataram menjadi juara satu, karena produksinya bisa mencapai dua ton per Ha," kata Kepala Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Mataram H Mutawalli di Mataram, Kamis (8/12/2016).

Dikatakan, kendati luas tanam kedelai di kota ini hanya berkisar 400-500 Ha, namun petani dapat mengelola lahannya secara maksimal. Karenanya, selain menjadi produksi tertinggi secara nasional, kualitas kedelai hasil petani di Kota Mataram juga memiliki kualitas unggul.

Dengan demikian, hasil produksi kedelai di Kota Mataram rata-rata sudah dipesan oleh perusahaan-perusahaan besar di Pulau Jawa dengan harga yang cukup menjanjikan. "Memiliki keunggulan dari segi kandungan gizi dan kualitas, kedelai petani dijual keluar daerah sebagai bahan baku kecap dan susu," katanya.

Menurut dia, dalam menaman kedelai, petani kota menggunakan berbagai teknologi sehingga kedelai yang dihasilkan memiliki kualitas unggulan. "Strategi yang digunakan tentu berawal dari pemilihan bibit unggul, pemupukan, pengairan dan teknologi lainnya," katanya.

Menurut dia, sekitar 400-500 hektare lahan tanam kedelai itu tersebar pada empat kecamatan dari enam kecamatan yang ada yakni di Kecamatan Sekarbela, Ampenan, Mataram dan Kecamatan Selapang. "Namun yang paling dominan adalah petani di Kecamatan Selaparang terutama di Kelurahan Rembiga, apalagi mereka sudah memiliki awik-awik kalau setelah tanam padi harus menanam kedelai," ujarnya.

Ia mengakui, dengan kualitas kedelai yang bagus itu, kedelai lokal Mataram tidak dapat digunakan untuk bahan baku pembuatan tahu dan tempe. Asalannya, selain harga kedelai lokal lebih mahal, kedelai lokal juga kurang cocok jika dijadikan bahan baku tahu dan tempe. "Karena itu, pengusaha tahu tempe lebih baik menggunakan kedelai impor yang lebih murah sehingga tidak berdampak juga terhadap kenaikan harga jual tahu tempe," katanya.(*)
 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Satgas berhasil cekal 425 TKI ilegal

Selanjutnya

Puluhan penyelam bersihkan sampah di Labuan Bajo

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe