PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Aktivis Papua gelar ibadah syukur atas terpilihnya Kardinal John Ribat
  • Jumat, 09 Desember 2016 — 16:14
  • 977x views

Aktivis Papua gelar ibadah syukur atas terpilihnya Kardinal John Ribat

“Ini satu kebanggan kami orang melanesia. Bahwasannya Kardinal John Ribat sudah dilantik. Sebab beliau sudah membantu menyuarakan persoalan yang dialami oleh rakyat West Papua. Beliau cukup serius untuk persoalan west Papua,” kata Rika Korain kepada Jubi, Jumat (9/12/2016).
Pastor Isak Resubun, MSC ketika foto bersama dengan aktivis HAM Papua, Mama Yosepha Alomang usai misa syukur, Rabu malam, 7 Desember 2016 – Jubi/Hengky Yeimo

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Sejumlah aktivis Papua menggelar misa syukur atas terpilihnya uskup John Ribat, MSC sebagai kardinal dari Papua Nugini oleh Paus Fransiskus, Minggu, 9 Oktober 2016.

Misa syukur Rabu malam, 7 Desember 2016 di kawasan Waena, Distrik Heram lalu itu dipimpin Pastor Isak Resubun, MSC dan dihadiri sejumlah aktivis pro Papua Merdeka, mahasiswa, pemuda/i dan mama-mama Papua.

Aktivis perempuan Papua, Rika Korain mengatakan misa ini digelar untuk mengucap syukur atas dilantiknya Mgr John Tribat, MSC sebagai Kardinal pertama orang melanesia dan pasifik.

“Ini satu kebanggan kami orang melanesia. Bahwasannya Kardinal John Ribat sudah dilantik. Sebab beliau sudah membantu menyuarakan persoalan yang dialami oleh rakyat West Papua. Beliau cukup serius untuk persoalan west Papua,” kata Rika Korain kepada Jubi, Jumat (9/12/2016).

Menurut Rika dalam beberapa forum penting di Pasifik dan Mgr. Ribat sempat menyuarakan pelanggaran HAM di Papua, baik lisan maupun melalui surat gembala.

“Beliau juga menuntaskan persoalan pengungsian rakyat West Papua yang mengungsi di Pulau Manus, PNG. Beliau sendiri yang menulis surat gembala dan orang West Papua bisa diterima di Pulau Manus,” katanya.

Dilansir Pena Katolik, Mgr. Ribat merupakan orang pertama dari ordo Misionaris Hati Kudus (MSC) dan negara PNG yang diangkat oleh Vatikan menjadi Kardinal. Dan satu dari 17 kardinal yang dipilih Paus Fransiskus Oktober lalu.

Monsignour Ribat berasal dari desa Volavolo, provinsi New Britain di bagian timur, PNG. Ia menjadi uskup pada tahun 2005. Sebelum menjadi uskup agung ia melayani umat di Rabaul dan Suva, Fiji.

Pastor Isak Resubun, MSC dalam khotbahnya mengatakan Mgr. Ribat sangat sederhana dan mau melayani siapa saja.

“Saya tidak sangka beliau akhirnya dilantik menjadi Kardinal oleh Bapa Suci Fransiskus. Ini luar biasa,” kata Pastor Isak.

Ia berharap suatu kelak ada uskup orang asli Papua di west Papua. “Entah sampai kapan pun saya tidak tahu,” katanya. (*)

Sebelumnya

Komnas HAM rekomendasikan adanya diskriminasi ras Papua di sidang paripurna

Selanjutnya

HAM berkalung senapan, aksi teatrikal mahasiswa Bandung untuk Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua