Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Penanganan sektor pertanian fokus pada SDM
  • Rabu, 21 September 2016 — 13:48
  • 635x views

Penanganan sektor pertanian fokus pada SDM

“Kondisi yang dihadapi hingga tahun terakhir sektor pertanian dibangun, agar kemudian anggota keluarga dalam rumah tangga bertumbuh, buruh tani bertumbuh. Yang kita harapkan anggota rumah tangga ini tetap sebagai tenaga kerja tani,” katanya.
Lahan pertanian yang berada di Jalan Baru Youtefa, Abepura – Jubi/Roy Ratumakin.
Hengky Yeimo
Editor : Timoteus Marten
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura Jubi – Penanganan pada sektor pertanian di Kota Jayapura tahun 2016 difokuskan pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) tiap sub sektor, baik peternakan, tanaman holtikultura maupun perkebunan dan kehutanan.

Kepala Dinas Pertanian Kota Jayapura Jean Hendrik Rollo mengatakan pihaknya juga bekali ilmu kebijakan kepada petani.

“Perilaku terhadap komoditas itu dilakukan pembekalan agar petani mampu membaca peluang pasar dan permintaannya lebih tinggi untuk kembangkan lebih lanjut terkait usaha yang dilakoninya,” katanya di Kota Jayapura, Rabu (14/9/2016).

Selain itu Dinas Pertanian juga mengembangkan sarana yang dibutuhkan petani yakni mesin untuk digunakan pertanian.

“Kondisi yang dihadapi hingga tahun terakhir sektor pertanian dibangun, agar kemudian anggota keluarga dalam rumah tangga bertumbuh, buruh tani bertumbuh. Yang kita harapkan anggota rumah tangga ini tetap sebagai tenaga kerja tani,” katanya.

Ia mengatakan ketika SDM di rumah tangga tani sudah bagus dan sudah bisa urusan dengan tanah, pupuk itu pilihannya beda harus mencari sektor muda.

“Hingga tahun 2015 buruh tani berkurang. Ketika buruh tani berkurang dan kita bangun sektor tani ini membutuhkan buruh tani karena sedikit,” katanya.

“Kemudian upah buruh tani meningkat akan berbanding lurus dengan biaya produksi harus meningkat. Ketika biaya produksi meningkat kemampuan jual produk berkurang,” lanjutnya.

Ia mengakui tahun 2016 dan selantjutnya pihaknya fokus pada mekanisasi, menggantikan tenaga petani dengan mesin.

“Tahun ini kita tambah traktor roda 42 unit untuk kawasan-kawan yang masyarat lokal dengan kawasan tidurnya tersedia. Ini yang kita dorong. Kita berharap petani harus proaktif,” katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa sekitar 9.000 hektare lahan yang harus dikembangkan untuk pertanian.

Seorang petani di Kota Jayapura Magono mengatakan selama hujan beberapa hari terakhir pihaknya tak menghadapi banyak masalah. Hujan malah membuat petani senang sebab tanaman tak susah mendapatkan air.

“Kami aman-aman saja,” kata Magono. (*)

loading...

Sebelumnya

Disdukcapil layani 500-an warga mengurus E-KTP

Selanjutnya

Penyaluran Rastra Kota Jayapura di atas rata-rata nasional

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe