Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Tingkatkan kualitas kerukunan, FKUB Papua kunjungi Sulut
  • Jumat, 09 Desember 2016 — 20:36
  • 951x views

Tingkatkan kualitas kerukunan, FKUB Papua kunjungi Sulut

“Kerukunan ini mesti dijaga dan milik semua agama dan suku yang ada di Indonesia. Tanpa menjaga kerukunan, Indonesia dalam bahaya,” jelas Pdt. Lypius Biniluk kepada Jubi per selular, Jumat, (09/12/2016).
Peserta FKUB Papua yang berkunjung ke Sulawesi Utara – Dok. FKUB Papua
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Untuk bertukar pengalaman dalam merajut kerukunan perdamaian di tengah pelbagai tindak intoleransi yang melanda Indonesia, seperti pelarangan beribadah di Bandung dan pelarangan iklan foto berjilbab di Yogyakarta, maka Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua melakukan kunjungan tukar pengalaman, perayaan natal bersama dan seminar kerukunan di Sulawesi Utara (Sulut).

Sejak tanggal 7-12 Desember 2016 kegiatan ini diikuti 25 peserta yang terdiri dari anggota FKUB, staf Biro Kesra dan staf Biro Kesatuan Bangsa Provinsi Papua serta staf kanwil Kemenag Papua.

Ketua FKUB Papua, Pdt. Lypius Biniluk mengatakan, FKUB terus meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama baik di Sulut maupun Papua.

“Kerukunan ini mesti dijaga dan milik semua agama dan suku yang ada di Indonesia. Tanpa menjaga kerukunan, Indonesia dalam bahaya,” jelas Pdt. Lypius Biniluk kepada Jubi per selular, Jumat, (09/12/2016).

Menurut Biniluk, kegiatan  ini bertujuan tukar pengalaman.  Para narasumber adalah perwakilan FKUB dari kedua provinsi ditambah dengan perwakilan Kanwil Kemenag, dan Badan Kesbang Provinsi kedua provinsi.

“Para peserta adalah stakeholder kerukunan yang terdiri dari tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan perwakilan ormas. Diskusi berlangsung secara guyub dalam model talkshow dengan menguraikan permasalahan kerukunan,” ujar dia.

Setelah itu, acara berikutnya adalah kunjungan ke rumah ibadah untuk berdiskusi dengan tokoh agama di gereja dan mengunjungi Masjid Raya di Kota Manado.

Ridwan al-Makassary, staf khusus FKUB mengatakan, kegiatan kerukunan semacam ini berguna bagi kedua provinsi untuk melihat best practices kerukunan di kedua wilayah untuk direplikasi dengan peenyesuaian berdasakan konteks lokal.

“Ini dapat dilihat sebagai capacity building anggota FKUB sebagai penjaga gawang moral di wilayah masing-masing, di tengah ancaman tindak toleransi yangmasih terus berlangsung,” ujar dosen pengampu ‘resolusi konflik’ USTJ Papua ini. (*) 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Hari HAM sedunia, momen ingatkan negara begitu mahalnya nilai OAP

Selanjutnya

Peringatan Hari HAM : Presiden Jokowi tak mampu selesaikan masalah HAM Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe